Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dampak Ekonomi MXGP Samota Masih Tunggu Penghitungan BPS NTB

Rury Anjas Andita • Jumat, 1 Juli 2022 | 12:00 WIB
BUKA PELUANG INVESTASI: Para pembalap MXGP 2022 akan menjajal medan balapan pada Juni mendatang. Event balap motor cross grand prix ini diprediksi membuka peluang investasi di Pulau Sumbawa, Provinsi NTB.(IST/LOMBOK POST)
BUKA PELUANG INVESTASI: Para pembalap MXGP 2022 akan menjajal medan balapan pada Juni mendatang. Event balap motor cross grand prix ini diprediksi membuka peluang investasi di Pulau Sumbawa, Provinsi NTB.(IST/LOMBOK POST)
MATARAM-Pemprov NTB menanti hasil penghitungan dampak ekonomi dari event Motocross Grand Prix (MXGP) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). ”Semoga bisa segera terkumpul datanya,” kata Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Zul berharap, hasil dari pengolahan data terkait event MXGP, bisa memberikan motivasi bagi daerah lain juga. Untuk lebih sering menyelenggarakan event skala internasional, untuk mendongkrak perekonomian daerah.

”Semoga bisa menjadi semangat, agar lebih banyak event internasional di 10 kabupaten/kota di NTB,” ujar Zul.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, sebanyak 29 surveyor telah diturunkan untuk menghimpun data terkait dampak ekonomi MXGP. Adapun jumlah respondennya telah teralisasi sebanyak 581 orang.

”Targetnya 560 responden, yang kami peroleh 581, jadi lebih dari target. Ini juga berkat dukungan dari pemda dan BPS Sumbawa,” ungkap Wahyudin.

Data-data untuk kebutuhan kajian terhadap dampak MXGP, diperoleh berkat sinergi seluruh stakeholder. Sehingga survei di lapangan bisa berjalan lancar. Yang saat ini dilanjutkan dengan pengolahan data. ”Kalau hasilnya sudah keluar, segera kami sampaikan,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan Lapangan MXGP Indonesia Ridwan Syah mengatakan, seluruh kabupaten/kota di NTB berpotensi menjadi tuan rumah untuk event-event internasional. ”Layak. Dan masing-masing itu memiliki ciri khas tersendiri,” kata Ridwan.

Kepala Dinas PUPR NTB ini menuturkan, untuk mengetahui berapa banyak perputaran uang pasca event digelar tak cukup diketahui dari berapa banyak jumlah tiket yang terjual. Melainkan keterkaitan transportasi yang digunakan, berapa lama menginap di hotel, berapa banyak oleh-oleh khas NTB yang terjual dan sebagainya.

"Teknisnya tentu BPS yang mengetahui," ucap dia.

Bila ingin dirincikan, lanjutnya, untuk penjualan tiket menonton MXGP Samota kurang lebih laku terjual sebanyak 40 ribu tiket. Dengan terjualnya tiket untuk kelas VVIP sebanyak dua ribu tiket saja dengan rata-rata Rp 2 juta per tiket sudah mencapai Rp 4 miliar lebih. Sisanya tiket kelas festival. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Samota #dampak ekonomi #Sumbawa #BPN NTB #MXGP