“Ini sebagai upaya kita, agar Poltekpar Lombok semakin dipercaya publik,” kata Direktur Poltekpar Lombok Herry Rachmat Widjaja pada Lombok Post, Minggu (7/8).
Agar berjalan sesuai target, pihaknya meminta seluruh pejabat dan pegawai poltekpar menjalankannya. Sebagaimana tugas dan fungsi masing-masing. Terutama menyangkut delapan area perubahan yakni, organisasi, tata laksana, sumber daya manusia aparatur, peraturan perundang-undangan dan pengawasan.
Kemudian, akuntabilitas dan pelayanan publik, dan budaya kerja aparatur. “Itu yang harus dilakukan pembaharuan, dari baik menjadi lebih baik. Bila perlu mendekati kata sempurna,” pesan Herry.
Dengan begitu, jajaran di poltekpar memiliki integritas yang kuat. Seperti di Poltekpar Makassar, Bandung, dan Medan yang sudah lebih awal menuju WBK dan WBBM. “Kami awali target-target itu lewat sosialisasi internal,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap kampus yang berdiri tepat depan kantor bupati Loteng di Praya tersebut, semakin maju dan berkualitas. Sehingga menghasilkan anak-anak didik yang mumpuni. Siap kerja dan siap membuka lapangan pekerjaan.
“Sebagai tenaga pendidik, sekaligus pegawai kami siap menjalankan tugas pokok menuju WBK dan WBBM,” kata Pembantu Direktur (Pudir) I Poltekpar Lombok Amirosa Ria Satiadji.
Kata kuncinya, pesan Amirosa, kerja sama, kolaborasi dan sinergitas semua pihak di poltekpar harus dijalankan. Tidak boleh jalan sendiri-sendiri. “Kita pastikan kita siap mewujudkan target yang ada,” pungkasnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita