Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cacar Monyet Sudah Masuk Indonesia, Dikes NTB Minta Masyarakat Waspada

Rury Anjas Andita • Selasa, 23 Agustus 2022 | 12:30 WIB
dr H Lalu Hamzi Fikri. (DIDIT/LOMBOK POST)
dr H Lalu Hamzi Fikri. (DIDIT/LOMBOK POST)
MATARAM-Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, setelah munculnya kasus pertama cacar monyet di Indonesia. ”Tidak usah panik. Tetap tenang tapi juga harus waspada,” kata Kepala Dikes NTB dr Lalu Hamzi Fikri, Senin (22/8).

Satu pasien positif cacar monyet tersebut, berasal dari DKI Jakarta. Meski positif, yang bersangkutan berada dalam kondisi baik dan bergejala ringan. Sehingga hanya membutuhkan isolasi mandiri.

”Ada cacar di telapak tangannya dan alat genital. Tapi informasi terakhir itu dalam kondisi ringan, sehingga tidak perlu dirawat,” ujarnya.

Dengan munculnya kasus cacar monyet pertama, masyarakat harus waspada. Apalagi di beberapa negara kasus tersebut mengalami peningkatan penderitanya.

Bentuk kewaspadaan tersebut dimulai dari pintu masuk, seperti bandara serta pelabuhan. Skrining dilakukan terhadap pelaku perjalanan yang baru datang dari luar negeri. Khususnya dari negara-negara yang terdapat kasus cacar monyet.

Di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) sudah ada alat pendeteksi suhu tubuh. Ketika menunjukkan gejala suhu tubuh di atas normal, petugas kesehatan di bandara bisa langsung menindaklanjutinya dengan melakukan skrining awal. ”Sama seperti proses skrining covid itu,” sebut Fikri.

Fikri mengatakan, penderita cacar monyet bisa sembuh dengan sendirinya atau self healing. Dengan catatan tidak terjadi infeksi tambahan maupun penyakit bawaan lain, yang membuat kondisi kesehatan semakin parah. ”Yang penting menjaga perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Bagi masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan. Untuk yang terjangkit dengan gejala ringan, bisa melakukan isolasi mandiri dengan ketat. ”Kalau sudah terkonfirmasi, itu lakukan isolasi mandiri,” imbaunya.

Sejauh ini, penegakan diagnosa kasus cacar monyet baru terbatas di sejumlah laboratorium. Antara lain, laboratorium rujukan nasional Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes dan laboratorium IPB University. ”Ada 10 laboratorium lain yang sedang disiapkan Kemenkes,” sebut Fikri.

Laboratorium di NTB belum masuk dalam daftar diagnosa cacar monyet. Sehingga setiap kasus suspek akan dikirimkan ke laboratorium rujukan Kemenkes.

Fikri mengatakan, sejauh ini belum ada sampel pemeriksaan cacar monyet yang dikirim Dikes. ”Memang ada beberapa suspek, tapi setelah kami seleksi, ternyata tidak masuk dalam kriteria. Akhirnya tidak kami kirimkan,” tandas Fikri.

Sementara itu, Asisten III Setda NTB dr Nurhandini Eka Dewi mengatakan, pengetatan di pintu masuk tetap menjadi fokus pemerintah. ”Ini sudah dilakukan selama penanganan pandemi covid juga kan,” katanya. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#dikes ntb #cacar monyet