Nanti di notaris, kata Hamzan, menyangkut urusan pembentukan koperasi hingga perubahan. Proses pengurusannya pun cepat, tidak sulit dan rumit. Selama syaratnya lengkap, maka dokumen yang diinginkan bisa segera terbit.
“Apa yang kami ikhtiarkan hari ini bagian dari mensinergikan program unggulan gubernur NTB. Yakni industrialisasi,” paparnya didampingi Sekretaris Panitia Mohammad Jefri Maulidi dan Ketua Panitia Pendidikan dan Pelatihan Koperasi Rizky Yuniansasi.
Bagi Hamzan, koperasi menjadi salah satu jawaban mensukseskan program industrialisasi. Lewat koperasi diharapkan roda ekonomi warga semakin bergerak. Para anggota notaris se-NTB pun ikut berkepentingan mendorong koperasi di seluruh Bumi Gora semakin maju.
Sebagaimana harapan soko guru koperasi yang juga Wakil Presiden Pertama RI Mohammad Hatta. Di mana, koperasi mampu menggerakkan ekonomi daerah dan nasional. “Koperasi zaman dulu dengan sekarang juga jauh berbeda,” ujar Hamzan.
Menurut dia, sekarang para penggerak koperasi dimudahkan dengan fasilitas sistem digitalisasi. “Yang pasti, pendidikan dan pelatihan ini bermanfaat besar bagi penggerak koperasi dan notaris,” sambung Sekretaris Panitia Mohammad Jefri Maulidi.
Kegiatan-kegiatan semacam itu, kata Jefri, merupakan satu dari sekian banyak kegiatan yang digelar INI NTB. “Jumlah peserta yang ikut kegiatan ini 92 orang. Ini perwakilan dari seluruh Indonesia,” tambah Ketua Panitia Pendidikan dan Pelatihan Koperasi Rizky Yuniansasi.
Peserta terdiri dari umum, pihak notaris, dan calon notaris. Dia melihat, para peserta mulai antusias ingin mendirikan koperasi. Terutama setelah mendapatkan penjelasan dari para pemateri.
Mulai dari cara pengurusan pembentukan koperasi. Mengingat selama ini, mengurus pembentukan koperasi itu dianggap sulit dan lama. Namun, setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan, maka baru diketahui bahwa itu semua tidak ada.
“Sehingga hal ini perlu kita sosialisasikan secara masif dan simultan,” pungkasnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita