Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Taman Budaya NTB Kolaborasikan Lombok-Sumbawa lewat Tamborinjani

Rury Anjas Andita • Senin, 31 Oktober 2022 | 21:30 WIB
USAI TAMPIL: Sanggar dan Tim Taman Budaya NTB usai menampilkan Eksperimentasi Musik Tradisi Tamborinjani di Gedung Tertutup Taman Budaya NTB, Sabtu (29/10). (Nurul/Lombok Post)
USAI TAMPIL: Sanggar dan Tim Taman Budaya NTB usai menampilkan Eksperimentasi Musik Tradisi Tamborinjani di Gedung Tertutup Taman Budaya NTB, Sabtu (29/10). (Nurul/Lombok Post)
MATARAM-Taman Budaya NTB bersama enam sanggar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa melakukan kolaborasi dalam menghasilkan karya seni berupa Eksperimentasi Musik Tradisi Tamborinjani.

”Tujuan karya musik Tamborinjani ini yaitu sebagai eksperimentasi akulturasi musik tradisional Sumbawa dengan musik tradisional Lombok,” kata Penata Musik Tamborinjani I Komang Tri usai penampilan di Taman Budaya NTB, Sabtu (29/10).

Ide karya ini karena NTB merupakan salah satu provinsi yang memiliki beragam kesenian tradisi khususnya musik tradisional. Setiap musik tradisinya memiliki ciri khas tersendiri seperti halnya musik Sumbawa dan Lombok. Musik tradisional Sumbawa dan Lombok memiliki perbedaan dan ciri khas masing-masing baik dari instrument. Teknik permainan atau pola permainan musiknya.

”Kami terpacu untuk mengkolaborasikan antara musik Sumbawa dengan musik tradisional Lombok,” tuturnya.

Dijelaskan, Tamborinjani berasal dari dua akar kata yaitu Tambora dan Rinjani. Tambora adalah gunung tertinggi di pulau Sumbawa, sedangkan Rinjani merupakan gunung tertinggi di pulau Lombok. Kedua puncak gunung tertinggi ini menjadi cikal bakal pemikiran bentuk musikal pada garapan ini yang menjadikan sebuah karya eksperimen akulturasi musikal tradisi yang dibentuk sedemikian rupa.

Didalamnya terjalin alunan permainan ritme dan dinamika yang silih berganti serta pengolahan nada dan vokal tradisi yang estetik. Adapun alat yang digunakan dalam eksperimentasi musik tradisi ini adalah Rebana Rea, Rebana Ode, Stongsrek, Palompong, Gendang Sumbawa, Serunai, Gong Genang, Tungkik, Rebana Lima, Tar, Seruling Menengah dan Kecil, Gendang Wayang.

”Berbagai masukan dan saran akan menjadi motivasi dalam membangun kesenian musik tradisi di daerah kita,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Taman Budaya NTB Lalu Manan mengatakan Taman Budaya pada akhir Oktober 2022 ini bisa membuat salah satu kegiatan akbar Eksperimentasi. Tahun ini sudah melakukan dua jenis eksperimentasi yaitu tari dan musik tradisi.

”Kami memperlihatkan secara langsung hasil dari Taman Budaya dan sanggar untuk menampilkan musik yang belum ada. Kita mencoba untuk mengkolaborasikan  musik Lombok dan musik Sumbawa,” terangnya.

Harapan kedepan agar eksperimentasi ini bisa dilanjutkan. Sebab melalui ini bisa menemukan  berbagai karya baru yang belum ada.

Alhamdulillah selama ini yang dicoba untuk eksperimen tersebut mendapatkan hasil apresiasi positif dari seniman,” terang dia. (nur/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#taman budaya ntb #tamborinjani #Sumbawa #Lombok