Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Benahi Internal, Kapolda NTB Haramkan Transaksi dalam Mutasi Personel

Administrator • Sabtu, 5 November 2022 | 09:36 WIB
SUKSESKAN MOTOGP: Komandan lapangan MotoGP Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto (kiri) disambut Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto, Minggu (9/1) lalu. (Polda NTB for Lombok Post)
SUKSESKAN MOTOGP: Komandan lapangan MotoGP Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto (kiri) disambut Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto, Minggu (9/1) lalu. (Polda NTB for Lombok Post)
MATARAM-Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto mengharamkan adanya transaksi dalam proses mutasi dan perekrutan anggota. Kebijakan itu diterapkan sebagai pembenahan untuk memaksimalkan tupoksi semua personel yang ada di Polda NTB hingga polres jajaran.

”Proses mutasi dan rekrutmen anggota tanpa ada transaksional,” tegas Djoko.

Dia menyampaikan, saat ini Polda NTB masih kekurangan 6.000 personel. Terkait itu, dalam perekrutan nanti, kapolda meminta dilakukan dengan bersih. ”Tujuannya mendapatkan personel yang berkualitas, dengan proses yang baik,” ujarnya.

Sementara, penyegaran personel di lingkup Polda NTB dilakukan secara maksimal. Ini agar kebutuhan untuk menyelenggarakan setiap kegiatan kepolisian dapat berjalan optimal. “Mutasi dilakukan tidak sembarangan. Harus disesuaikan dengan keahlian personel,” kata dia.

Mantan direktur tindak pidana korupsi Bareskrim Polri ini mengungkapkan, saat ini dirinya masih mengurai benang kusut di internal Polda NTB. Itu sebagai langkah untuk menyehatkan organisasi. ”Saya itu memiliki kebiasaan metani. Artinya, kalau dalam bahasa Jawa itu seperti benang kusut yang terus diurai. Itu yang masih saya lakukan,” ujarnya.

Dia pun meminta jajarannya untuk melakukan perekrutan dan mutasi personel secara profesional. ”Saya mengajak diri saya sendiri dan seluruh anggota dalam rekrutmen dan mutasi tanpa transaksional,” tegasnya.

Jika terjadi transaksional, jenderal polisi bintang dua ini memastikan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. “Kalau transaksional itu sudah masuk dalam ranah pidana,” kata perwira tinggi yang pernah menjadi penyidik KPK ini.

Dia mengakui pekerjaan itu tidak mudah. Tetapi semua itu bisa dilakukan dengan komitmen yang kuat. ”Saya yakinkan dengan teman-teman bahwasanya semua itu tidak mustahil,” tegasnya.

Jika ada ditemukan ada perekrutan dan mutasi anggota yang transaksional dipersilakan untuk melapor. ”Saya akan tindak itu,” tandasnya. (arl/r1) Editor : Administrator
#polda ntb #Mutasi #Djoko Poerwanto