”Ini tinggal direkap kemudian diranking berdasarkan skor yang tertinggi,” kata Kepala BKD NTB Muhammad Nasir.
Tes PPPK tenaga kesehatan dimulai pada 8 Desember. Digelar selama 9 hari hingga 17 Desember. Peserta yang mendaftar mencapai 2.103 pelamar. Namun, tidak semuanya hadir dalam tes yang diselenggarakan di kantor BKD NTB.
”Yang ikut tes ada 2.079 pelamar. Artinya 24 orang tidak hadir,” ujarnya.
Tahun 2022, Pemprov NTB mendapat 446 formasi nakes. Namun tidak semuanya terisi. Salah satu formasi yang tidak terisi adalah dokter spesialis. Dari 49 formasi, hanya terdapat sembilan pelamar pada formasi yang ditujukan untuk dokter spesialis.
Formasi dokter spesialis yang tidak terdapat pendaftar antara lain berada di RS Manambai Abdul Kadir Sumbawa sebanyak lima formasi; lima formasi pada RSJ Mutiara Sukma; 11 formasi pada RS Mandalika, Lombok Tengah; lima formasi di RS Mata Kota Mataram; dan 23 formasi di RSUP NTB.
Karena itu, sebelum pelaksanaan tes, BKD sempat harap-harap cemas. Apakah dokter spesialis akan hadir atau tidak saat tes PPPK sesuai dengan jadwal masing-masing. ”Alhamdulillah hadir semua ya. Jadi insya Allah formasi dokter spesialis tahun ini tidak kosong sama sekali,” sebut Nasir.
Nasir mengatakan, setelah tuntas seleksi kompetensi, hasilnya akan diumumkan pada 28-29 Desember. Setelah itu di awal tahun 2023, yakni di Januari, BKD akan memulai pengusulan untuk penetapan nomor induk PPPK nakes. Tahapan ini lebih cepat dibandingkan dengan PPPK guru. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita