Monitoring ketersediaan pangan dilakukan Satgas Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), menjelang perayaan Nataru. Tim turun ke sejumlah lokasi, guna memastikan ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat.
Harimbawa menyebut ada tiga titik yang didatangi tim. Seperti di Gudang Bulog, Jalan Langko, Kota Mataram; distributor telur; dan distributor bawang merah di Pasar Mandalika, Kota Mataram.
Meski masuk kategori aman dan tersedia, ia berpesan kepada masyarakat bisa selektif memilih bahan komoditas pangan untuk dikonsumsi. ”Supaya tidak terjadi gejolak. Agar stok pangan yang ada sekarang ini bisa mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Perum Bulog Sub Divre NTB Heri Sulistyo mengatakan ketersediaan beras bisa mencukupi konsumsi masyarakat tiga bulan ke depan. Stok ini bisa kembali bertambah, sebab di Februari 2023 sudah masuk pada persiapan panen raya.
”Asumsi kami untuk kebutuhan operasi pasar dari bulan Desember, Januari, Februari. Pas Februari nanti juga akan panen raya sehingga harga akan cenderung turun,” katanya.
Ketersediaan stok pangan di gudang Bulog berupa beras, gula pasir dan minyak goreng. Stok beras tersedia kurang lebih 12 ribu ton, gula pasir sekitar 120 ton, dan minyak goreng sebanyak 20 ribu liter.
Adapun ketersediaan stok telur ayam di Distributor UD Sinta sebanyak 40 ribu sampai dengan 50 ribu butir telur. Dengan kisaran harga mencapai Rp 45 ribu untuk ukuran telur kecil; Rp 48 ribu sampai dengan Rp 49.500 ukuran sedang; dan 50 ribu ukuran telur yang besar.
Begitu juga dengan ketersediaan bawang merah masih dalam kondisi aman. Sebanyak 2 ton bawang merah tersedia dengan harga yang relatif murah, yakni dari harga Rp 30 ribu sampai dengan Rp 33 ribu per kilogram.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Ni Nyoman Darmilaswati menyampaikan kepada masyarakat bahwa stok dan harga bawang merah masih aman. ”Masyarakat tidak perlu risau karena bawang merah dari segi stok masih aman dan harga juga terjangkau,” katanya. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita