Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Program Pepadu Plus Disnaker NTB Raih Penghargaan Top Inovasi Terpuji Kemenpan RB

Administrator • Rabu, 2 Agustus 2023 | 12:19 WIB
Kepala Disnakertrans NTB I Gede Putu Aryadi (Didit/Lombok Post)
Kepala Disnakertrans NTB I Gede Putu Aryadi (Didit/Lombok Post)
MATARAM--Pelatihan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Terpadu Plus atau Pepadu Plus diapresiasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Sehingga mendapat penghargaan top inovasi pelayanan publik terpuji.

”Mungkin ini sejarah bagi Pemprov NTB. Karena inovasi-inovasi sebelumnya, hanya masuk di top 99,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi, kemarin.

Pepadu Plus merupakan inovasi yang digagas Aryadi setelah ia menjabat sebagai Kadisnakertrans pada 2021 lalu. Setelah dua tahun berjalan, inovasi ini masuk kategori terpuji bersama Provinsi Bali dan Jawa Timur.

Pepadu Plus ini merupakan program link and match, antara lembaga pelatihan kerja (LPK) dengan dunia industri dan dunia kerja. Gede mengatakan, teori link and match sebenarnya sudah lama. Terlihat sederhana, namun implementasinya di lapangan sulit terlaksana.

Penyebabnya, lanjut Gede, banyak perusahaan yang menganggap lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) maupun LPK tidak memiliki kompetensi. Sehingga kebutuhan tenaga kerja banyak diambil dari luar daerah.

”Kenapa dianggap tidak kompeten, karena tidak sesuai pelatihan itu dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Nah, melalui Pepadu Plus ini, Disnakertrans memadukan kebutuhan dunia industri dengan model pelatihan di BLK maupun LPK. Sehingga begitu pesertanya lulus, bisa langsung terserap di dunia kerja.

”Selama ini ada 94 persen lulusan lembaga pelatihan terserap. Sisanya yang tidak bekerja, kami arahkan menjadi wirausaha, kami beri modal dan peralatan,” beber Gede.

Salah satu upaya link and match melalui Pepadu Plus, terdapat pada sektor pertambangan. Gede mengatakan, proses pelatihan dan pemberdayaan tenaga kerja pertambangan telah dimulai Provinsi NTB.

Pola pelatihan dan magang pada sektor pertambangan selama ini belum disentuh Kementerian Ketenagakerjaan. Sehingga pada 2021, Gede meminta kepada Menaker untuk mengalihkan sebagian program pelatihan tersebut ke sektor tambang di Pulau Sumbawa.

”Dan banyak yang diterima kerja. Malah lulusan yang di KSB, bukan hanya di PT AMNT, ada juga yang direkrut ke Kalimantan, Sulawesi,” ungkap Gede.

Lebih lanjut, dengan semakin padunya antara pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja, membuat angka pengangguran di Provinsi NTB menurun. Pada 2020, jumlah pengangguran sekitar 120 ribu, kemudian turun menjadi 109 ribu pada 2021.

”Di 2022, ini data BPS lho, itu tinggal 2,89 persen atau sekitar 80.500 orang,” tandasnya.

Sebelum terpilih pada kategori Top Inovasi Terpuji, Gubernur NTB Zulkieflimansyah sempat memaparkan inovasi tersebut di hadapan tim panelis independen. Menurut Zul, inovasi ini penting bagi pemprov sehingga mampu menurunkan angka pengangguran. (dit/r2)

  Editor : Administrator
#Disnakertrans NTB #pepadu Plus #I Gede Putu Aryadi