LombokPost-Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi mengecek kesiapan 350 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 742/Satya Wira Yudha (SWY) yang akan dikirim untuk pengamanan perbatasan Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Ia menilai pasukan ini sudah sangat siap untuk diberangkatkan.
“Mereka ini akan bertugas ke perbatasan RI-Timor Leste. Mereka akan berangkat minggu ketiga bulan September ini,” kata Mayjen TNI Harfendi usai memerika kesiapan dan perlengkapan pasukan di Lapangan Yonif 742/SWY Mataram, Selasa (5/9).
Mereka akan bertugas selama satu tahun untuk menjaga kedaulatan NKRI. Tugas pokok mereka mengawasi tindakan ilegal yang berpotensi terjadi di perbatasan. Baik perdagangan barang maupun manusia, hingga aksi penyelundupan narkoba.
“Harus jaga nama baik kesatuannya. Tidak boleh ada yang melanggar dan menyakiti masyarakat,” pesannya.
Selain melakukan pengamanan, para prajurit TNI juga diminta untuk bisa membantu pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan. Untuk itu, mereka dibekali berbagai kemampuan dan keterampilan. Seperti kemampuan budi daya pertanian, peternakan, hingga kerajinan makanan olahan. Harapannya, ketika TNI bisa mengajari masyarakat, mereka nanti akan mampu membentuk usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Dengan demikian, masyarakat setempat bisa mandiri secara ekonomi maupun sosial. “Jadi tindakan ilegal melibatkan warga setempat bisa dicegah,” ucapnya.
Para prajurit yang akan berangkat ini diyakini telah sangat siap untuk bertugas di daerah perbatasan. Mereka akan ditempatkan di sektor timur perbatasan RI-Timor Leste.
Danyonif 742/SWY Mayor Inf. Trijuang Danarjati dalam pemaparannya kepada Pangdam menyampaikan ada beberapa potensi kerawanan yang akan dihadapi para prajurit TNI. “Ada kerawanan (penyelundupan) manusia, barang terlarang dan lainnnya. Namun semua ‘lubang tikus’ ini yang akan diantisipasi dan eleminir oleh para prajurit yang bertugas,” jelasnya.
Saat melakukan pengecekan pasukan, Pangdam didampingi Danrem 162/WB Brigjen TNI Agus Bhakti serta Danyonif 742/SWY Mayor Inf. Trijuang Danarjati. (ton/r1)
Editor : Marthadi