Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pastikan Balapan MotoGP Bebas dari Sampah

Yuyun Kutari • Kamis, 21 September 2023 | 10:33 WIB
Gelaran event MotoGP Mandalika 2023 bukan saja berkutat pada lakunya penjualan tiket, melainkan tata kelola sampah juga harus menjadi perhatian khusus, karena acara ini melibatkan banyak penonton.
Gelaran event MotoGP Mandalika 2023 bukan saja berkutat pada lakunya penjualan tiket, melainkan tata kelola sampah juga harus menjadi perhatian khusus, karena acara ini melibatkan banyak penonton.

LombokPost-Pengelolaan sampah di gelaran MotoGP Mandalika 2023 di Oktober mendatang, mengusung gerakan Nol Sampah Event. Hal itu ditegaskan Firmansyah selaku kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas LHK NTB, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/9).

”Dari gerakan ini, setiap penyelenggara event harus bertanggung jawab atas sampahnya dan memastikan bahwa kegiatan itu nol dampak terhadap lingkungan,” kata dia.

Pengelolaan sampah di MotoGP Mandalika 2023 tidak bisa hanya dilakukan Dinas LHK NTB. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) diminta untuk segera menentukan vendor yang akan menangani persoalan sampah di dalam serta zona lingkar sirkuit.

Pola ini sama diterapkan seperti tahun lalu, bahwa masing-masing pihak telah memiliki tugas dan tanggung jawabnya. ”Yang dilakukan selama ini adalah pengelolaan sampah dibagi dalam zona-zona,” ujarnya.

Rencananya, akan ada ratusan tenaga kebersihan yang direkrut MGPA untuk penanganan sampah di zona tersebut. Sebab sampah yang harus terkelola harus terorganisir dengan baik mulai dari pra, hari pelaksanaan dan paska kegiatan.

Untuk hal ini, pihak penyelenggara tetap berkoordinasi dengan Dinas LHK NTB, termasuk pembahasan penyediaan sarana prasarana pendukung, SDM hingga SOP tata kelolanya. ”Kami juga tidak lepas tangan, semuanya akan disupervisi,” kata dia.

Pihaknya berkomitmen, semua sampah yang muncul saat berlangsungnya event MotoGP Mandalika akan dikelola dengan baik dan diupayakan semaksimal mungkin mengurangi residu.

Dinas LHK NTB memprediksi, jumlah sampah yang muncul dari gelaran MotoGP Mandalika 2023 mencapai 60 ton, selama tiga hari pelaksanaannya. Angka tidak jauh dari jumlah sampah yang dihasilkan selama event yang sama tahun lalu. Ini juga berdasarkan hitung-hitungan, bahwa setiap satu penonton menghasilkan 0,4 kilogram sampah per hari.

”Dengan jumlah penonton yang kami prediksi di atas 50 ribu, sampah yang dihasilkan bisa mencapat 60 ton,” terang Firmansyah.

Pengelolaan sampah dari event sebesar ini jelas tidak mudah. Dinas LHK NTB akan menggandeng pihak BSF Sengkol untuk pengolahan sampah organik. Kerja sama dengan bank sampah di Loteng untuk mengatasi sampah anorganik. Sedangkan residu akan dibuang ke TPA Pengengat di Pujut.

Sebelum dibuang ke TPA, sampah tersebut lebih dulu dipilah, untuk memudahkan penanganan. ”Ada 12 jenis sampah anorganik yang akan dipilah, mulai dari kaleng, gelas plastik, sedotan, bungkus makanan, botol, tutup botol, bungkus kardus, dan lainnya,” jelas Firmansyah.

Di samping itu, Dinas LHK NTB juga meminta MGPA untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai buang sampah pada tempatnya, dan menambah jumlah bak sampah yang disediakan. “Nanti pengumuman buang sampah pada tempatnya bisa melalui MC atau petugas kebersihan yang dikerahkan,” tandasnya.

Kepala Dinas LHK NTB Julmansyah menegaskan, ramainya penonton atau wisatawan membawa dampak positif bagi perekonomian. Namun dibalik itu terdapat masalah yang juga perlu mendapat perhatian khusus, yaitu sampah.

”Begitu juga dengan MotoGP Mandalika ini, banyak hal yang perlu perhatikan, salah satunya adalah tentang tata kelola sampah ini,” tegasnya. (yun/r11)

Editor : Akbar Sirinawa