Pj Wali Kota Bima terpilih Mohammad Rum mengungkapkan apresiasinya. “Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya,” terangnya, pada Lombok Post, Minggu (24/9).
Pascaditetapkan dia mengaku tidak membuat jargon baru. Namun dia memilih untuk melanjutkan program wali kota dan wakil wali kota periode sebelumnya. “Tidak ada jargon baru, saya lanjutkan ketika program itu layak untuk dilanjutkan, kalau memang tidak layak, tidak apa-apa kita ganti dengan program yang lain,” tegasnya.
Ditemui terpisah, Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi menanggapi penetapan Sekda Lotim M Juaini Taofik sebagai Pj Bupati Lotim dan Kepala Dinas PUPR NTB H Mohammad Rum sebagai Pj Wali Kota Bima. “Kami bersyukur,” ujarnya.
Dia menilai, dua nama tersebut sudah memiliki kapasitas dan kompetensi yang mumpuni untuk mengemban tugas dan tanggung jawab, sebagai penjabat kepala daerah. “Misalnya pak Rum, beliau sudah memiliki pengalaman dalam birokrasi, dua jabatan terakhir misalnya sebagai kepala DPMTSP dan Dinas PUPR NTB, jadi sudah tahu apa yang harus dilakukan,” terangnya.
Begitu juga dengan HM Juaini Taofik. Berbekal pengalamannya menjadi sekda selama ini, Miq Gita menilainya memiliki kapasitas yang pantas untuk memimpin Lotim. Juaini dianggap mengetahui kondisi lama dan terbaru dari daerah yang dikenal Gumi Patuh Karya tersebut.
“Segala pesan-pesan untuk mereka, nanti lebih jelasnya akan saya sampaikan dalam momentum pelantikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Lotim terpilih M Juaini Taofik kepada Lombok Post bersyukur atas amanah dan kepercayaan diberikan. “Atas tugas ini insya Allah akan saya laksanakan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” kata Taofik.
Sebelumnya, Taofik memaparkan beberapa program yang disiapkan untuk melanjutkan kepemimpinan Sukiman-Rumaksi di masa transisi. Salah satunya adalah mewujudkan lahirnya Mal Pelayanan Publik (MPP) di Gumi Patuh Karya. MPP dirasa penting dalam upaya memudahkan akses pelayanan kepada masyarakat. (yun/tih/r5)
Editor : Kimda Farida