Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Arief Hartono, Anak Kampung Penerbang Pesawat Tempur TNI AU Kini Menyandang Pangkat Bintang

Marthadi Zuk • Minggu, 29 Oktober 2023 | 21:55 WIB

 

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono memberi ucapan selamat kepada Marsma TNI Arief Hartono yang didampingi istri Alfia Bibi, Kamis (26/10).
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono memberi ucapan selamat kepada Marsma TNI Arief Hartono yang didampingi istri Alfia Bibi, Kamis (26/10).

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menerima laporan korps kenaikan pangkat 65 perwira tinggi TNI dari tiga matra, Kamis (26/10). Salah satunya Marsekal Pertama (Marsma) TNI Arief Hartono yang kini menjabat Bandep Ur. Lingkungan Strategi Regional Deputi Bidang Pengkajian dan Pengindraan Setjen Wantannas.

-----------------------------------------------------

MAS Aye. Begitu panggilan Marsma TNI Arief Hartono waktu kecil.

Ia merupakan putra kelahiran Sumbawa Besar, 17 Juli 1970.

Sejak kecil, putra pasangan H Mochammad Ali dan Hj Titiek dari Desa Ropang, Kecamatan Ropang, Sumbawa, ini memang sudah bercita-cita menjadi penerbang.

Bahkan di masa kanak-kanak, dia dikenal senang menggambar pesawat tempur.

Berkat kerja keras dan ketekunannya dalam belajar, berdoa serta berlatih, Tuhan mengabulkan ikhtiarnya.

Mas Aye berhasil menjadi penerbang pesawat tempur TNI Angkatan Udara.

Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di kota kelahirannya. Yaitu SDN 2, SMPN 1, dan SMAN 1 Sumbawa Besar.

Setelah tamat SMA tahun 1991, Mas Aye mendaftar masuk Akademi Angkatan Udara (AAU).

Semua sahabatnya semasa kecil sampai sampai SMA seperti Muchlis Willy, Klik, Boh, Jarot, Riky, Yayan, dan lainnya sangat mendukung.

Apalagi mereka punya hobi dan cita-cita sama: menjadi pembela negara.

Mereka sangat berharap salah satu dari sahabatnya bisa menjadi penerbang pesawat tempur di TNI AU.

Mas Aye lulus dan menjadi taruna AAU di Jogjakarta. Ia lulus tahun 1994 dan menyandang pangkat letnan dua.

Tidak berhenti sampai di situ. Mas Aye melanjutkan pendidikan kecabangan dan lulus sekolah penerbang angkatan ke-52 tahun 1996 di Jogjakarta dengan predikat ”penerbang tempur”

Penugasan pertamanya di Pekanbaru, Riau, tahun 1996 hingga 2004.

Mas Aye bertugas sebagai penerbang tempur muda di Skuadron Udara 12 Pekanbaru.

Tahun 2004 Mas Aye mengikuti pendidikan Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau). Ia dipersiapkan menjadi calon pemimpin menengah.

Usai mengikuti pendidikan di Sekkau, ia mendapat amanah sebagai instruktur penerbang di Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto Jogjakarta.

Di tempat ini, ia mendedikasikan dirinya mencetak pilot-pilot muda generasi angkatan udara tahun 2004 hingga 2009.

Karir Arief Hartono pun terus menanjak. Tahun 2008 ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau).

Pada 22 November 2009, Arief dilantik menjadi komandan Skadron Pendidikan 101 Jogjakarta yang mengoperasikan pesawat Grob buatan Jerman hingga tahun 2010.

Selanjutnya tahun 2011, pindah ke Kodikau (Komando Pendidikan TNI Angkatan Udara) di Jakarta.

Hingga akhirnya Arief pulang kampung ke NTB tahun 2013. Ia dipercaya sebagai komandan Lanud Rembiga (kini bernama Lanud Zainuddin Abdul Madjid) yang berkedudukan di Mataram sampai 2014.

Di tahun ini pula Arief menyelesaikan studi S1 hukumnya di Universitas Islam Al Azhar Lombok, NTB.

Karirnya terus melejit. Tahun 2015 Arief pindah ke Lanud Adisutjipto Jogjakarta sebagai kepala Dinas Personel atau Kadis Pers.

Kemudian pada tahun 2017, Arief mendapat kesempatan mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di Bandung.

Usai mengikuti pendidikan Sesko TNI, Arief diangkat menjadi komandan Lanud Eltari Kupang, NTT. Jabatan ini diemban tahun 2018-2019.

Marsma TNI Arief Hartono didampingi istri Alfia Bibi.
Marsma TNI Arief Hartono didampingi istri Alfia Bibi.

Tahun 2020, suami dari Alfia Bibi ini pindah ke Jakarta dan diangkat menjadi Asren Koopsau l Jakarta.

Setahun kemudian, Arief lulus tes untuk mengikuti pendidikan Lemhanas di Filipina  (National Defence College Of Philippine) dan dituntaskan tahun 2022.

Sekolah-sekolah lain yang pernah dilalui ayah dari Latifa Salsabila (dokter yang sedang koas) dan Muhammad Ikhlas (kuliah di luar negeri), antara lain OJWC (Overseas Joint Warfare Course) di Australia tahun 2006.

Sedangkan pada tahun 2007 kembali Arief dipercaya untuk mengikuti sekolah Civil Military Cooperation atau CIMIC di Sydney, Australia.

Mas Aye akhirnya berhasil pecah bintang TNI AU. Berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/2120/X/2023 tanggal 25 Oktober 2023, Arief Hartono melaksanakan laporan korps raport kenaikan pangkat bersama 64 pati dari tiga matra.

Laporan korps raport kenaikan pangkat dilaksanakan di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/10).

Sekarang Mas Aye sudah menyandang pangkat bintang TNI AU. Selain menjadi jenderal, apa sih cita-cita lain Mas Aye?

“Ada. Saya ingin memiliki Rumah Yatim Piatu,” ujarnya mantap.

“Semoga Allah mengabulkan cita-cita Mas Aye, anak kampong yang sudah meraih bintang itu sekali lagi. Aamiin,” ucap Muchlis Willy, salah satu sahabat karib masa kecil Mas Aye hingga sekarang. (*/r1)

 

Editor : Marthadi
#AAU #Mas Aye #laksamana yudo margono #penerbang tempur #tni au #Arief Hartono