LombokPost-Papuq atau Kakek Samsiah kini bisa tidur dengan nyenyak. Rumah kumuh yang ia tinggali bertahun-tahun lamanya, sudah layak huni. Perbaikan rumah Samsiah diinisiasi jajaran Korem 162/Wira Bhakti (WB).
Danrem 162/WB Brigjen TNI Agus Bhakti mengatakan, Papuq Samsiah sebelumnya menempati rumah yang sangat tidak layak huni. Hal tersebut mengundang keprihatinan dan empati dari keluarga besar personel Korem 162/WB.
”Alhamdulillah, sekarang Papuq Samsiah telah memiliki rumah, yang meski sederhana, tapi sudah layak huni,” kata Agus Bhakti, Jumat (10/11).
Korem 162/WB melakukan kegiatan bakti sosial rehab rumah. Ini bermula dari laporan kondisi rumah Samsiah yang tidak layak huni.
Setelah mengunjungi lokasi dan menyadari betapa memprihatinkan kondisi rumah tersebut, yang juga jauh dari kategori rumah sehat, Danrem memutuskan untuk melakukan perbaikan. Kebetulan ada program rehab rumah tidak layak huni (RTLH) TNI AD, dari tingkat Kodam hingga Kodim.
Perbaikan rumah Samsiah dilakukan dengan cepat. Hingga pada Kamis (9/11), rumah tersebut tuntas dikerjakan. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan langsung dari Danrem Brigjen TNI Agus Bhakti, yang didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 162 Lisna Agus Bhakti.
Agus Bhakti mengucapkan terima kasih kepada Dandim, Danramil, Babinsa, hingga tokoh masyarakat yang ikut melaksanakan perbaikan rumah Papuq Samsiah. ”Alhamdulillah Papuq Samsiah dan cucunya dapat tinggal di rumah yang nyaman dan sehat. Semoga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat,” ujarnya.
Selain menyerahkan kunci rumah, sebagai tanda selesainya rehab dan siap untuk ditempati, Danrem juga menyerahkan dokumen kependudukan berupa e-KTP yang berlaku mulai tanggal 5 Oktober 2023. ”Ini sesuai dengan Hari Ulang Tahun TNI,” tandas Danrem.
Camat Gerung Baiq Hadilah turut menyampaikan terima kasih atas inisiasi Danrem 162/WB, yang telah memberikan bantuan rehab RTLH. Ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam mengatasi kesulitan rakyat. Rumah yang dulunya tidak layak huni sekarang sudah terlihat sangat baik dan layak dihuni.
Perbaikan rumah dikerjakan dengan waktu yang singkat, namun kualitasnya luar biasa. Kata Baiq, ini merupakan bentuk kepedulian TNI. ”Kita sadar bahwa TNI lahir dari masyarakat untuk masyarakat dan kembali ke masyarakat. Semoga kerja keras ini diterima sebagai amal ibadah,” imbuhnya.
Diketahui, Papuq Samsiah tinggal bersama cucunya Qurniatun Aini berusia 9 tahun yang saat ini kelas 4 SD. Keduanya tinggal di Lingkungan Aiq Ampat, Kelurahan Dasan Geres, Gerung, Lombok Barat.
Samsiah bekerja sebagai pencari rumput di tetangga dua kali seminggu.Menerima upah Rp 25 ribu setiap kali mencari rumput. Total penghasilannya mencapai Rp 50 ribu per minggu. Sebelumnya, Papuq Samsiah menempati rumah yang sangat tidak layak huni. (dit)
Editor : Akbar Sirinawa