Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sindiran Menohok Lalu Iqbal Soal Latah Industri: Pertanian Potensi NTB yang Diberikan Tuhan

Miq Ade • Minggu, 24 Desember 2023 | 19:00 WIB

 

 

Lalu Muhammad Iqbal
Lalu Muhammad Iqbal

LombokPost--Universitas Islam Al Azhar Kota Mataram, NTB menggelar wisuda ke 74. Hadir diundang dalam acara sakral itu tokoh muda NTB sekaligus Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) Lalu Muhammad Iqbal.

Lalu Iqbal juga didaulat untuk memberikan orasi ilmiah. Mantan Duta Besar RI untuk Republik Turki itu memberikan motivasi pada mahasiswa khususnya para wisudawan/i yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Lalu Iqbal menyampaikan agar jangan malu mengakui NTB sebagai daerah agraris. Tidak latah menyebut NTB daerah industri hanya karena daerah lain yang memiliki pabrik-pabrik industri.

“Jangan tiba-tiba kita malu mengakui bahwa kita daerah agraris karena kata ‘pertanian dan petani’ tiba-tiba menjadi sesuatu yang terasa udik, terasa terbelakang,” katanya.

Padahal Lalu Iqbal melihat tidak ada yang salah dengan semangat ekonomi berbasis pertanian. “Jika itu potensi yang Tuhan berikan pada kita (kenapa harus malu)?” ujarnya.

Ia lantas mencontohkan negara yang sukses ekonominya. Bukan karena latah membangun industri dengan pabrik-pabrik, tetapi kebanggaannya pada sektor pertanian.

“Selandia Baru penduduknya 5 juta, hampir sama dengan NTB. Tapi PDRB-nya mencapai USD 279 miliar, sementara di NTB hanya USD 9 miliar. Perkapitannya mencapai USD 53 ribu, sementara Indonesia saja hanya USD 5 ribu,” bandingnya. 

Kemudian, 70 persen ekspor Selandia Baru adalah produk pertanian. Jadi sektor negara itu tumbuh karena kebanggaannya pada potensi daerahnya bukan latah ikut membangun pabrik-pabrik besar.

“Semoga toga yang dikenakan menambah rasa percaya diri menjadi diri sendiri, untuk memilih jalan hidup dan jalan pembangunan sendiri yang sesuai dengan potensi diri,” ujarnya.

Menurut Lalu Iqbal, bangsa tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka bila tidak bangga pada potensi dirinya. “Karena itu, mari kita jadikan tempat ini, di sini, saat ini, sebagai awal membangun peradaban kita sendiri dengan penuh percaya diri,” serunya.

Ia lalu mengutip ucapan kepala sekolah SMP-nya yang masih melekat hingga saat ini di ingatannya. “Saya dulu setiap bicara mengenai nilai Barat, nilai Jawa, (kepala sekolah) selalu bilang kepada saya pade ntat kaken teri bengkok. Maksud beliau, kita ini semua sama,” tekannya.

Lalu Iqbal menyerukan semangat creative minority yang menularkan semangat yang sama ke sekitarnya. Ketua Asosiasi Diplomat Indonesia itu juga menyebut, ketidakpercayaan diri menyebabkan seseorang menjadi tidak matang dalam berpikir. Imbasnya kata Lalu Iqbal, banyak potensi sumber daya alam (SDA) yang terbengkalai.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Lalu Iqbal juga menghadiri acara serupa pada acara wisuda Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani (UGR) di Hotel Lombok Raya Mataram. Di sana, ia menyampaikan hal yang sama, meminta kepada para wisudawan/i percaya diri dan memiliki karakter yang kuat.

Sebagai informasi, wisuda kali ini merupakan wisuda yang ke-74 dan diikuti oleh sebanyak 97 mahasiswa. Mereka merupakan jebolan dari seluruh Fakultas yang tersedia di sana, yakni Fakultas Hukum, Kedokteran, Teknik, Ekonomi dan Bisnis, Pertanian dan MIPA.

Unizar Mataram sendiri merupakan Perguruan Tinggi di bawah naungan Yayasan Pesantren Luhur Al Azhar berdiri tahun 1981. Selain itu, saat ini Unizar memiliki enam fakultas dengan sembilan program studi. (zad)

Editor : Hidayatul Wathoni
#duta besar #Pabrik #potensi #Pertanian #wisudawan #kementerian luar negeri #iqbal #NTB #selandia baru #agraris