Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

dr Mawardi Tak Kunjung Ditemukan, Keluarga: Kami Suuzon Ada Agenda Besar

Marthadi Zuk • Selasa, 9 Januari 2024 | 10:42 WIB

 

 

Muhammad Anwar.
Muhammad Anwar.

LombokPost-Menghilangnya mantan Direktur RSUD Provinsi NTB dr Mawardi Hamry masih menjadi misteri.

Sejak dilaporkan hilang pada 23 Maret 2016, sampai sekarang belum ada kejelasan informasinya.

Pihak keluarga masih berharap pria asal Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur (Lotim), tersebut bisa ditemukan.

“Ini sudah mau masuk tahun kedelapan. Segala daya upaya kami lakukan sudah mentok semua,” ungkap Muhammad Anwar, kakak dr Mawardi ditemui di kediamannya di Desa Kotaraja, Senin (8/1).

Anwar bersama keluarga merasa sangat heran, sudah beberapa kali kapolda NTB berganti, namun pencarian terhadap saudaranya tak pernah membuahkan hasil.

“Kadang kami suuzon, si A dan si B memiliki agenda besar agar pak dokter tidak bisa ditemukan,” ucapnya.

Dia mengaku pernah datang ke Polda NTB menanyakan perkembangan pencarian dr Mawardi.

Ia mendapat informasi pada setiap pergantian kapolda, kasus hilangnya dr Mawardi diminta menjadi atensi serius Polri.

Keberadaan pria yang pernah menjadi direktur RSUD dr R Soedjono Selong itu menjadi PR bagi kapolda baru agar ditemukan hidup atau mati.

Namun begitu masuk di NTB, kapolda yang baru, menurut Anwar justru tidak ada lagi keseriusan mencari adiknya. “Ini ada apa di balik itu?” tanya dia.

Menurutnya, jika memang ada upaya beberapa pihak yang sengaja membuat dr Mawardi tak bisa ditemukan, ia menyebut mereka tak punya hati nurani.

Lantaran, kehilangan dr Mawardi membuat keluarganya sangat terpukul.

“Ibu kami sampai meninggal dunia, pak dokter tidak bisa juga ditemukan,” tuturnya.

“Kepada kapolda NTB yang baru ini kami berharap bisa menemukan dr Mawardi dan membuka kezaliman yang tersembunyi. Kalau Polda NTB ini benar-benar mau, saya yakin ketemu pak dokter. Kami minta ditemukan hidup atau mati tidak masalah,” sambungnya.

Namun jika memang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, ia berharap pelaku pembunuhan atau orang di belakang pembunuhan diharapkan bisa ditemukan.

“Kalau hilang siapa yang menghilangkan? Kalau memang beliau menghilangkan diri, pasti pihak keluarga dihubungi,” yakinnya.

Sementara, terkait hilangnya dr Mawardi yang dikaitkan dengan adanya dugaan kasus korupsi, Anwar merasa hal tersebut tidak menjadi masalah.

Jika memang terbukti korupsi, ia mempersilakan aparat penegak hukum menyita harta bendanya.

“Tapi tolong temukan pak dokter. Kalau mereka punya hati nurani saya pikir dr Mawardi bisa ditemukan,” kata dia.

Kabidhumas Polda NTB Kombespol Rio Indra Lesmana yang dikonfirmasi mengaku belum banyak mendapat informasi terkait pesoalan ini.

Mengingat ia dan Kapolda NTB Irjen Umar Faroq sama-sama baru menjabat di NTB.

“Tapi kalau memang ada laporan seperti ini, pasti akan kami tindak lanjuti. Saya pelajari dulu kasusnya,” kata dia.

Rio meminta pihak keluarga yang menemukan bukti atau petunjuk yang bisa membantu proses pencarian, bisa kooperatif membantu pihak kepolisian.

Dikatakan, peran serta dan informasi sekecil apa pun dari masyarakat pasti akan bermanfaat. (ton/r1)

Editor : Marthadi
#RSUD NTB #polda ntb #Kotaraja #Dokter Mawardi #dr mawardi #hilang