LombokPost-Sebanyak 110 event dan festival di daerah berhasil lolos Karisma Event Nusantara (KEN) 2024 milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
”Alhamdulillah, ada event daerah kita yang lolos,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB H Jamaluddin Malady, saat ditemui, Senin (29/1).
Ada 3 event yang masuk KEN 2024. Yakni, Alunan Budaya Desa di Lombok Timur, Festival Rimpu Mantika di Kota Bima, dan Perang Topat di Lombok Barat.
Dijelaskan Jamal, sapaan akrabnya, tiga event tersebut dinilai memenuhi syarat dan kriteria yang ditetapkan Kemenparekraf. Ketiganya lolos dalam tahapan penilaian utama. Mencakup seleksi administrasi, konten, dan wawancara.
Penyeleksian event dan festival daerah untuk menjadi bagian dari KEN 2024, semuanya harus melalui proses kurasi yang sangat ketat. Paling utama, event yang digelar tersebut harus berdampak dari sisi ekonomi dan sosial budaya.
Dari sisi sosial budaya, event harus memenuhi indikator pengembangan bakat masyarakat, peningkatan nilai budaya dan konservasi budaya, peningkatan kemampuan organisasi masyarakat, serta mempromosikan potensi wilayah dan masyarakat di daerah tersebut.
Dari sisi ekonomi, event tersebut dapat memunculkan nilai transaksi ekonomi, peningkatan pendapatan bisnis lokal, keterlibatan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, dan meningkatkan kreativitas produk lokal.
Dengan Alunan Budaya Desa di Lombok Timur, Festival Rimpu Mantika di Kota Bima, dan Perang Topat di Lombok Barat menjadi bagian dari KEN 2024, masing-masing pemda akan mendapatkan dukungan anggaran Rp 100 juta hingga Rp 200 juta.
”Sementara biaya penyelenggaraan lainnya tetap ditanggung pemda masing-masing,” terang Jamal.
Bagi event dan festival daerah yang masuk KEN 2024, harus mampu mendorong peningkatan perekonomian daerah. Harapannya, pemda dapat menyajikan kegiatan menarik seperti musik, budaya, seni karnaval, hingga kuliner ini bisa meningkatkan pergerakan wisatawan lokal maupun mancanegara.
”Sesuai harapan kementerian, tidak hanya event saja yang ditonjolkan namun pemberdayaan UMKM dan kuliner-kuliner andalan daerah juga ditampilkan sehingga ini bisa semakin dikenal wisatawan,” pungkasnya.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar NTB Mulki mengatakan, tiga event dan festival tersebut telah dimasukkan ke Calendar of Event (CoE) NTB Tahun 2024. Alunan Budaya Desa berlangsung dari tanggal 12-20 Juli di Pringgasela Lombok Timur, Festival Rimpu Mantika berlangsung tanggal 27 April di Pantai Lawata Kota Bima, dan Perang Topat di tanggal 19 November di Lingsar Lombok Barat.
”Ini untuk mendukung tercapainya target kunjungan wisatawan kita di tahun 2024 ini,” terangnya. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida