LombokPost-Salah satu putra terbaik NTB kembali mengharumkan nama daerah. Setelah tiga bulan lalu mendapatkan gelar bintang satu dan dipercaya sebagai Bandep Ur. Lingkungan Strategi Regional Setjen Wantannas, kini Marsekal Pertama (Marsma) TNI Arief Hartono kembali diamanahkan jabatan strategis di tubuh TNI Angkatan Udara.
Ia mendapat jabatan baru sebagai Komandan Komando Sektor Udara II, Koopsud II (Dankosek II Koopsud II) TNI AU.
“Alhamdulillah saya mendapat promosi jabatan sebagai Komandan Komando Sektor Udara II, Koopsud II,” ucapnya penuh syukur kepada Lombok Post, Kamis (22/2).
Oktober lalu, mantan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Rembiga (kini Lanud Zainuddin Abdul Madjid) tersebut meraih pangkat bintang satu TNI AU.
Ia tidak pernah menyangka, hanya dalam rentang waktu tiga setengah bulan, ia kembali mendapatkan amanah baru sebagai Dankosek II Koopsud II.
Hal tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/216/II/2024 tanggal 21 Februari 2024.
Dengan jabatan ini, penerbang pesawat tempur dari NTB ini akan mengkomandoi wilayah udara sektor dua sebagai wilayah yang dijaga kedaulatan udaranya dari serangan musuh.
Adapun wilayah ini terdiri dari teritorial udara di sebagian wilayah Kalimantan bagian timur, seluruh wilayah Sulawesi, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi Mas Aye -sapaan karibnya- diamanahkan khusus oleh TNI AU di jabatan ini.
“Amanah menjadi garda terdepan untuk menjaga kedaulatan udara dari kemungkinan serangan udara dari musuh adalah sebuah kehormatan bagi saya,” ucap putra pasangan H Mochammad Ali dan Hj Titiek dari Desa Ropang, Kecamatan Ropang, Sumbawa.
Dia menegaskan jika urusan kedaulatan udara tidak bisa dianggap remeh. Udara merupakan kunci suksesnya pertempuran.
“Kunci suksesnya sebuah peperangan salah satunya di udara,” paparnya.
Bisa dilihat bagaimana perang yang terjadi di beberapa negara seperti perang Ukraina-Rusia.
Kekuatan militer udara sangat menentukan pertahanan dan kemenangan negara dalam sebuah pertempuran atau perang.
“Saya siap mengabdikan diri, tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan menjadi Dankosek II Koopsud II TNI AU. Di mana pun ditempatkan selalu memberikan yang terbaik dalam menjaga keutuhan NKRI,” tegas pria kelahiran Sumbawa Besar tahun 1970 itu.
Diketahui, sejak tamat SMAN 1 Sumbawa Besar tahun 1991, Aye mendaftar masuk Akademi Angkatan Udara (AAU).
Ia lulus dan menjadi taruna AAU di Jogjakarta tahun 1994 dan menyandang pangkat letnan dua.
Tidak berhenti sampai di situ. Mas Aye melanjutkan pendidikan kecabangan dan lulus sekolah penerbang angkatan ke-52 tahun 1996 di Jogjakarta dengan predikat ”penerbang tempur”. Penugasan pertamanya di Pekanbaru, Riau, tahun 1996 hingga 2004.
Mas Aye bertugas sebagai penerbang tempur muda di Skuadron Udara 12 Pekanbaru. Tahun 2004 Mas Aye mengikuti pendidikan Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau).
Ia dipersiapkan menjadi calon pemimpin menengah. Usai mengikuti pendidikan di Sekkau, ia mendapat amanah sebagai instruktur penerbang di Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto Jogjakarta.
Di tempat ini, ia mendedikasikan dirinya mencetak pilot-pilot muda generasi angkatan udara tahun 2004 hingga 2009. Karir Arief Hartono pun terus menanjak.
Tahun 2008 ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau). Pada 22 November 2009, Arief dilantik menjadi komandan Skadron Pendidikan 101 Jogjakarta yang mengoperasikan pesawat Grob buatan Jerman hingga tahun 2010.
Selanjutnya tahun 2011, pindah ke Kodikau (Komando Pendidikan TNI Angkatan Udara) di Jakarta. Hingga akhirnya Arief pulang kampung ke NTB tahun 2013.
Ia dipercaya sebagai komandan Lanud Rembiga (kini Lanud Zainuddin Abdul Madjid) yang berkedudukan di Kota Mataram sampai 2014.
Di tahun ini pula Arief menyelesaikan studi S-1 Hukum di Universitas Islam Al Azhar Lombok, NTB. Karirnya terus melejit.
Tahun 2015 Arief pindah ke Lanud Adisutjipto Jogjakarta sebagai kepala Dinas Personel atau Kadis Pers.
Kemudian pada tahun 2017, Arief mendapat kesempatan mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI di Bandung.
Usai mengikuti pendidikan Sesko TNI, Arief diangkat menjadi komandan Lanud Eltari Kupang, NTT. Jabatan ini diemban tahun 2018-2019.
Tahun 2020, pindah ke Jakarta bersama istrinya Alfia Bibi dan diangkat menjadi Asren Koopsau l Jakarta. Setahun kemudian, Arief lulus tes untuk mengikuti pendidikan Lemhanas di Filipina (National Defence College Of Philippine) dan dituntaskan tahun 2022.
Sekolah-sekolah lain yang pernah dilalui ayah dari Latifa Salsabila (dokter yang sedang koas) dan Muhammad Ikhlas (kuliah di luar negeri), antara lain OJWC (Overseas Joint Warfare Course) di Australia tahun 2006.
Sedangkan pada tahun 2007, Arief kembali dipercaya untuk mengikuti sekolah Civil Military Cooperation atau CIMIC di Sydney, Australia.
Mas Aye akhirnya berhasil pecah bintang TNI AU. Berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/2120/X/2023 tanggal 25 Oktober 2023, Arief Hartono melaksanakan laporan korps raport kenaikan pangkat bersama 64 pati dari tiga matra.
Diketahui, selain Mas Aye, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto merotasi dan mutasi sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI.
Sebanyak 38 perwira tinggi dari 3 matra dimutasi. Rotasi dan mutasi itu berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/216/II/2024 tanggal 21 Februari 2024 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
“Telah resmi ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 38 Pati (Perwira Tinggi) TNI terdiri dari: 28 Pati TNI AD, 3 Pati TNI AL, dan 7 Pati TNI AU,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar dalam keterangan tertulis dari Puspen TNI, Rabu (21/2/2024). (ton)
Editor : Kimda Farida