LombokPost-Gesekan yang sempat terjadi antara Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat dengan Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah diharapkan tidak berkepanjangan.
Karena itu, kedua belah pihak agar bisa menjaga diri dan tidak melakukan tindakan-tindakan berlebihan.
Hal ini disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB TGH Buya Subki As-Sasaki.
Dia mengatakan, kedua belah pihak agar tidak mudah terpancing.
Jangan mudah percaya dengan isu-isu liar yang sengaja disebar untuk memperkeruh suasana.
”Agar segera dikomunikasikan,” harapnya.
Dia mengatakan, jika permasalahan ini terus meruncing, dikhawatirkan akan mengganggu kondusivitas daerah.
Jika ini yang terjadi, dampaknya akan meluas, tidak hanya dirasakan warga di dua desa ini, tetapi juga masyarakat Lombok secara umum.
”Daerah kita akan terkena imbasnya,” katanya.
Tak terkecuali, akan berdampak pada sektor pariwisata Pulau Lombok.
Pasalnya, kata Buya Subki, dua desa ini sama-sama gerbang masuk menuju daerah pariwisata.
Desa Rembitan misalnya, akses masuk menuju Kampung Sade, Pantai Kuta dan Pantai Aan. Sementara Desa Meninting dilewati wisatawan yang hendak ke Senggigi hingga akses menuju tiga gili di Kabupaten Lombok Utara.
Buya Subki mengaku, FKUB sendiri sudah melakukan upaya-upaya konkret untuk mendinginkan permasalahan ini.
Misalnya dengan bertemu langsung dengan warga Desa Meninting maupun Desa Rembitan.
Dia juga sudah bertemu dengan kepala desa masing-masing desa tersebut. Upaya tersebut diharapkan bisa mendinginkan suasana pihak yang berpolemik.
”Kita gerak cepat melakukan langkah-langkah konkret menjembatani komunikasi kedua belah pihak dengan pendekatan agama dan budaya,” katanya.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Madinah, Kuripan Utara itu, ini sejalan dengan tupoksi FKUB.
Yaitu mencari celah-celah komunikasi menuju rekonsiliasi dan rekonstruksi pasca kejadian dengan pendekatan agama dan budaya.
”Sementara penegakan hukum menjadi tugas aparat kepolisian,” katanya.
Buya Subki menambahkan, saat ini masih dalam suasana tahun politik. Dalam beberapa bulan ke depan, masyarakat akan memilih Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati, serta Walikota-Wakil Walikota.
“Tentu saja ini membutuhkan keadaan daerah yang aman dan kondusif,” pungkasnya. (bib/r11)
Editor : Kimda Farida