LombokPost-Penjabat (Pj) Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi masih malu-malu, dan belum berkomentar lebih jauh saat disinggung peluangnya mencalonkan diri di Pilgub NTB 2024.
Padahal, pria asal Lombok Tengah (Loteng) tersebut, melalui tim relawan, telah mendaftarkan diri secara resmi sebagai bakal calon gubernur NTB, di sejumlah partai politik.
Sebut saja, Partai Demokrat, Nasdem, PAN dan yang terbaru di PPP.
“Mudah-mudahan apa yang kita harapkan, berakhir manis,” responsnya, Jumat (17/5).
Setelah mendaftarkan diri, Gita mengaku tidak diam menunggu kedatangan pinangan dari bakal calon lain.
Pria 58 tahun itu belakangan ini telah membangun dan akan terus melakukan komunikasi politik dengan sejumlah pihak.
Ini sebagai caranya dalam menentukan siapa yang cocok mendampinginya sebagai bakal calon wakil gubernur NTB, di pesta demokrasi mendatang.
“Alhamdulillah terus dibangun komunikasinya,” kata dia.
Meski sejumlah nama sudah santer terdengar akan mendampinginya di Pilgub NTB 2024, seperti mantan Bupati Lombok Timur (Lotim) dua periode Sukiman Azmy, Wakil Gubernur NTB 2018-2023 Hj Sitti Rohmi Djalillah, Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri hingga Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin.
Namun ketika ditanya mana yang paling cocok dengan visi-misinya, Gita mengungkapkan respons ambigu.
“Insya Allah ya, Insya Allah, intinya semua akan indah pada saatnya,” terangnya.
Entah ‘Indah’ apa yang dimaksud pj gubernur NTB, karena pernyataan tersebut diasumsikan merujuk pada satu nama yaitu Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri.
Dirinya masih bungkam terkait hal itu. “Nanti ya, nanti kita bahas lagi, intinya kepada siapapun kita bangun komunikasi, bukan soal politik tetapi juga komunikasi yang hakiki,” pungkas Gita.
Sementara itu, Pengamat politik NTB Dr Ihsan Hamid menyebut Lalu Gita Ariadi memiliki peluang besar untuk maju di Pilgub NTB 2024.
Rekam jejak sebagai birokrat dengan profil prestasi dan jenjang karir yang mentereng, menjadi salah satu perhatian penting yang dinilai oleh partai politik.
Di sisi lain, Gita, kata kata Ihsan, juga dinilai partai politik memiliki modal sosial sebagai birokrat. Dengan posisi sebagai sekretaris daerah (sekda) dan sekarang menjabat sebagai kepala daerah meski bukan definitif, tentu masyarakat terutama di kalangan ASN pasti mengenalnya.
“Dia juga tokoh yang familiar di masyarakat Lombok Tengah. Ini tentu menjadi modal tersendiri baginya,” terang dia. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida