Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PT AMMAN Penyumbang Utama Pertumbuhan Pajak Ekspor Negara

Yuyun Kutari • Senin, 27 Mei 2024 | 20:59 WIB
SUMBER PENDAPATAN NEGARA: Aktivitas penambangan dan pengangkutan oleh haul truck di wilayah Operasional PT AMMAN, di Kabupaten Sumbawa Barat. (IST/LOMBOK POST)
SUMBER PENDAPATAN NEGARA: Aktivitas penambangan dan pengangkutan oleh haul truck di wilayah Operasional PT AMMAN, di Kabupaten Sumbawa Barat. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Realisasi pendapatan negara wilayah NTB, terhitung hingga akhir April 2024 telah mencapai Rp 2.98 triliun atau 30,61 persen dari target.

”Pendapatan ini mampu tumbuh sebesar 62,70 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama,” jelas Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB Maryono.

Dari jumlah tersebut, sektor pajak masih menjadi penyumbang paling banyak, sebesar 89,93 persen, dan 10,07 persen berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Adapun jenis pajak yang mendongkrak pendapatan negara, adalah pajak perdagangan internasional, mampu tumbuh fantastis sebesar 501,93 persen dibandingkan tahun lalu.

Pertumbuhan ini utamanya berasal dari pertumbuhan pajak ekspor sebesar 570,05 persen, dan pajak impor mengimbangi pertumbuhan positif dengan tumbuh sebesar 4,99 persen.

”Tingginya pertumbuhan pajak ekspor utamanya berasal dari aktivitas penambangan dari PT AMMAN,” sebut Maryono.

Sementara itu, penerimaan PNBP mampu tumbuh sebesar 13,86 persen year on year.

Pertumbuhan ini didominasi oleh realisasi pendapatan Badan Layanan Umum (BLU), dengan realisasi sebesar 43,7 persen dari target.

Kemudian PNBP lainnya juga memberikan andil dengan realisasi sebesar 92 persen dari target.

Penerimaan negara dari pendapatan BLU sebesar Rp 140,60 miliar, sedangkan penerimaan dari PNBP lainnya Rp 159,99 miliar.

Pendapatan BLU pada sisi pendidikan didominasi oleh Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan dari Universitas Mataram (Unram) sebesar Rp 83,57 miliar.

”Selain itu di sisi kesehatan, pendapatan BLU didominasi oleh pendapatan jasa pelayanan rumah sakit dari RS Bhayangkara Mataram sebesar Rp 14,38 miliar,” terangnya.

Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil DJP Nusa Tenggara Heru Budhi Kusumo mengatakan, kinerja penerimaan pajak sampai 30 April 2024 di Provinsi NTB terealisasi sebesar Rp 1.1 triliun atau 26,95 persen dari target sebesar Rp4.3 triliun.

“Penerimaan pajak di Provinsi NTB tumbuh sebesar 21,29 persen,” jelasnya.

Berdasarkan nominal capaian penerimaan per jenis pajak tahun 2024 di NTB, didominasi oleh Pajak Penghasilan sebesar Rp 894,64 miliar dan PPN dan PPnBM Rp 254,89 miliar. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#Pajak #Amman #NTB