Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tangani Kekeringan, Pemprov NTB Minta Pemkab/Kota Naikkan Alokasi BTT

Yuyun Kutari • Jumat, 14 Juni 2024 | 18:35 WIB
GERAK CEPAT: Petugas TAGANA Dinsos NTB (baju biru) mendistribusikan kebutuhan air bersih kepada warga, di salah satu wilayah terdampak kekeringan di Bumi Gora.(DOK/LOMBOK POST)
GERAK CEPAT: Petugas TAGANA Dinsos NTB (baju biru) mendistribusikan kebutuhan air bersih kepada warga, di salah satu wilayah terdampak kekeringan di Bumi Gora.(DOK/LOMBOK POST)

LombokPost--Pj Sekda NTB Ibnu Salim menyoroti alokasi dana Belanja Tak Terduga (BTT) masing-masing pemda yang dinilai masih minim.

Ini disampaikan dalam rapat koordinasi strategis bersama pemerintah kabupaten/kota, dan stakeholder terkait, dalam menangani bencana kekeringan di Bumi Gora

”Lombok Timur berapa? Rp 400 juta di 2023 kecil, harus besar, nah kalau Kota Bima Rp 400 juta? Wah bapak hutannya banyak kebakaran kok Rp 400 juta, masih kecil itu pak, kolaborasi dengan TNI/Polri mengerahkan pasukan saja Rp 500 juta sudah habis, belum sampai ke hutan sudah habis,” terangnya, Kamis (13/6).

Menurutnya, anggaran yang disiapkan masing-masing pemda seharusnya meningkat.

Berkaca dari penanganan dan dampak bencana kekeringan yang dievaluasi pada tahun sebelumnya.

”Jadi memang harus meningkat,” tegasnya.

Pemda seharusnya memahami potensi eskalasi, bagaimana dampak bencana kekeringan terjadi selama ini.

Terlebih di setiap bencana, ada hitung-hitungan kerugian yang ditimbulkan.

”Dari sana berangkat menyusun perencanaan, sehingga nanti tidak ada kekurangan,” kata dia.

Sementara itu, Pemprov NTB telah menyiapkan BTT untuk penanganan bencana alam di Bumi Gora.

Meski tidak menyebut angka pasti, pria yang akrab disapa Abah Ibnu tersebut memastikan jumlahnya cukup untuk membackup kerja-kerja pemda, sesuai dengan porsinya masing-masing.

“Sudah ada kami siapkan,” tandasnya.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB Anggitya Pratiwi menginformasikan bahwa monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) Provinsi NTB secara umumnya berada pada kategori sangat panjang dari 31-60 hari.

“HTH terpanjang tercatat di Pos Hujan Wera, Kabupaten Bima selama 55 hari,” terangnya.

Untuk saat ini, BMKG NTB baru mengeluarkan level siaga.

Ini melanda Kecamatan Kempo, Kilo, dan Pajo di Dompu.

Di Kabupaten Bima, ada Kecamatan Belo, Donggo, Lambitu, Palibelo, Wawo, dan Wera.

Kota Bima ada Kecamatan Raba, dan Rasanae Timur, untuk Lombok Barat siaga kekeringan baru di Kecamatan Lembar, Lombok Timur di Kecamatan Sambelia, Lombok Utara di Kecamatan Bayan.

Di Sumbawa, level siaga kekeringan melanda Kecamatan Labuhan Badas, Lape, Moyo Hilir, Sumbawa, dan Unter Iwes, sementara di Sumbawa Barat baru melanda Kecamatan Jereweh.

”Kami mengimbau, saat ini seluruh wilayah NTB sudah memasuki musim kemarau, agar masyarakat dapat menggunakan air secara bijak, efektif dan efisien,” terangnya. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#kota #NTB #kabupaten