LombokPost-Gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara ke-25 resmi berakhir.
Namun, nilai transaksi selama event yang berlangsung nasional ini hanya mampu menyentuh angka Rp 805,5 juta.
Nilai tersebut lebih rendah dari target yang telah disebut bisa mencapai Rp 3,5 miliar.
Nilai itu juga lebih rendah dari TTG Nusantara ke 24 di Lampung yang mampu mendulang Rp 2,3 miliar.
“Angka transaksi di TTG Nusantara kali ini memang di bawah Rp 1 miliar,” terang Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Ivanovich Agusta.
Dirinya memaparkan sejumlah faktor penyebab.
Rendahnya nilai transaksi dipengaruhi jumlah booth yang dipamerkan atau yang berpartisipasi itu lebih sedikit, bila dibandingkan pelaksanaan TTG Nusantara tahun lalu.
“Di NTB, yang berpartisipasi hanya 55 booth,” ujarnya.
Berkurangnya jumlah booth tersebut terkendala sulitnya konektivitas, dalam hal ini moda transportasi peserta dalam menjangkau tuan rumah yaitu NTB.
Ivanovich mengungkapkan, barang yang dipamerkan provinsi peserta ada yang tertahan di Bali, Jakarta bahkan ada yang tidak bergerak sama sekali dari daerah asal.
Di TTG Nusantara sebelumnya, jumlah peserta lebih banyak karena Lampung lebih mudah diakses masyarakat dari luar daerah.
Sedangkan di NTB, banyak peserta yang tidak bisa datang karena kesulitan mendapatkan tiket penerbangan.
”Kami sudah sampaikan bahwa banyak jalur untuk bisa ke NTB, tetapi kenyataannya tidak begitu, terutama ini transportasi, sehingga sebagian yang langsung bawa mobil dari Jawa dan daerah lainnya ke Lombok,” kata dia.
Di sisi lain, kurangnya nilai transaksi di TTG Nusantara ini lantaran durasi waktu pelaksanaan kegiatan lebih pendek dibandingkan sebelumnya.
Di Lampung, event ini digelar selama sepekan, sementara di NTB hanya empat hari.
Terlepas dari rendahnya nilai transaksi, secara keseluruhan, pelaksanaan TTG Nusantara ke 25 di NTB sukses digelar.
Terutama NTB sebagai tuan rumah, menghadirkan peserta yang didominasi oleh generasi muda.
Ini upaya yang patut diapresiasi, karena Pemprov NTB memberikan kesempatan dan membuka ruang regenerasi pejuang inovasi.
“Pos pelayanan teknologi, saya yakin di NTB akan berkembang karena sudah ada generasi-generasi baru. Kalau di tempat lain masih generasi lama, kalau di sini generasi baru,” terangnya.
Perputaran ekonomi juga terjadi setelah event TTG. Ivanovich melihat para peserta banyak yang mengisi waktu mereka untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata di NTB.
“Di sini pariwisatanya sangat terkenal, sehingga banyak teman-teman yang sudah berkeliling melihat keindahan alam daerah ini, banyak yang belanja-belanja juga,” tandasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) NTB Lalu Ahmad Nur Aulia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, yang telah mempercayakan NTB sebagai tuan rumah.
Segala hambatan dan kekurangan yang ada, tentu akan menjadi bahan evaluasi dan pembenahan. (yun)
Editor : Kimda Farida