LombokPost-Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan perumahan bagi rakyat Indonesia.
Program pembangunan tiga juta rumah menjadi langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan hunian yang layak. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh rakyat Indonesia, khususnya di desa-desa, memiliki tempat tinggal yang layak dan aman," kata Fahri Hamzah saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa, Sabtu, (16/11).
Kunjungan Fahri Hamzah bersama sejumlah direktur dari Kementerian PKP diterima Pjs Bupati Sumbawa Najamuddin Amy dan Pjs Bupati KSB Julmansyah di Aula H Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa. Kegiatan tersebut juga dihadiri pimpinan DPRD Sumbawa, Forkopimda, Sekda, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan BUMN/BUMD, dan rektor perguruan tinggi.
Fahri Hamzah mengatakan, saat ini terdapat sekitar 80 juta rakyat Indonesia yang membutuhkan rumah layak. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 juta telah memiliki rumah, sementara 30 juta lainnya masih memerlukan perhatian serius.
“Program pembangunan tiga juta rumah menjadi solusi strategis, dengan target satu juta rumah di kota dan dua juta rumah di desa,” katanya.
Menurut Fahri Hamzah, pembangunan perumahan tersebut mengutamakan masyarakat desa, yakni dua juta rumah. Pembangunan rumah tersebut lebih dari sekadar penyediaan hunian namun sebagai investasi pada masa depan.
“Dengan memberdayakan masyarakat desa sebagai pelaku pembangunan, kita bisa menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas," jelasnya.
Program yang mengutamakan pembangunan perumahan di desa tersebut terinspirasi dari pengalaman negara China yang mampu membebaskan 700 juta penduduk dari kemiskinan melalui kebijakan ekonomi yang progresif, termasuk pembangunan perumahan rakyat.
“Saya berharap agar Kabupaten Sumbawa menjadi contoh nasional dalam pelaksanaan program tiga juta rumah melalui sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah,” katanya.
Fahri Hamzah berharap Kabupaten Sumbawa berpotensi sebagai pilot project dalam implementasi program tiga juta rumah. "Melihat antusiasme dan kesiapan pemerintah Kabupaten Sumbawa, saya optimis Sumbawa dapat menjadi contoh nasional. Jika ini berhasil, akan banyak daerah yang belajar dari keberhasilan Sumbawa," katanya.
Pjs Bupati Sumbawa Dr Najamuddin Amy, S.Sos., MM, menegaskan Kabupaten Sumbawa siap menjadi pilot project program pembangunan tiga juta rumah yang dilakukan pemerintah pusat.
Dr Najam menjelaskan, dari total 117.594 unit rumah di Kabupaten Sumbawa, terdapat 34.052 unit rumah yang masih tidak layak huni, sementara backlog perumahan mencapai 48.849 unit.
“Kami siap mendukung penuh program pembangunan tiga juta rumah. Kami berharap Kementerian PKP dapat menjadikan Sumbawa sebagai pilot project untuk program tersebut," katanya.
Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar, termasuk pemanfaatan lahan-lahan milik pemerintah daerah untuk pembangunan rumah bagi masyarakat. “Kunjungan ini adalah wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah,” jelasnya.
Dukungan penuh yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam mengatasi persoalan perumahan rakyat, khususnya di kawasan pedesaan. (lil)
Editor : Haliludin