MATARAM-Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) masih minim rute penerbangan ke luar negeri.
Saat ini, Bizam baru melayani dua rute penerbangan internasional saja.
“Dengan tujuan Singapura yang dilayani maskapai Scoot dua kali dalam seminggu, dan Kuala Lumpur, Malaysia dari maskapai AirAsia dan Batik Air Malaysia,” terang Manager Humas PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Lombok Arif Haryanto.
Untuk rute penerbangan internasional lain, sebenarnya Bizam telah melakukan penjajakan dengan maskapai.
Sebut saja, maskapai penerbangan asal Australia, Airnorth, yang telah berencana membuka penerbangan langsung Darwin-Lombok di awal tahun ini.
Namun, pembukaan penerbangan langsung internasional itu masih terkendala kebijakan pemerintah.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi maskapai asing yang masuk ke Indonesia.
Karena ada perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan Australia.
Saat ini, slot time untuk maskapai Australia ke Indonesia sudah penuh, sedangkan slot time untuk maskapai Indonesia masih sedikit karena kekurangan armada.
Pihaknya berharap kebijakan Kemenhub yang membatasi maskapai asing terbang ke Indonesia dapat dikaji ulang sehingga, Airnorth bisa terbang dari Darwin ke Lombok.
Ini untuk mendukung Lombok sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas di Indonesia.
Jika mengandalkan maskapai nasional yang membuka rute penerbangan internasional ke Australia cukup sulit.
Karena maskapai nasional tidak siap akibat keterbatasan armada atau pesawat.
Sementara, maskapai Australia sudah siap namun masih terhambat adanya kebijakan pemerintah.
“Kita berharap pemerintah untuk mereview kembali kebijakan itu,” harapnya.
Dari sisi fasilitas, BIZAM sudah sangat siap untuk didarati pesawat Airnorth.
Apron bandara telah diperluas dari 108.100 meter persegi menjadi 136.300 meter persegi, dan mampu menampung 16 pesawat dengan konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 6 pesawat wide body.
Sedangkan runway Bandara Internasional Lombok yang sebelumnya memiliki panjang 2.750 meter juga telah diperpanjang menjadi 3.300 meter.
Kemudian ditingkatkan daya dukungnya sehingga mampu melayani operasional pesawat sekelas Boeing 777.3.
Selain itu, Bizam juga telah memperluas terminal penumpang.
Dengan perluasan ini, terminal penumpang bandara memiliki luas 43.501 meter persegi dan mampu melayani 7 juta penumpang per tahun.
Sebelumnya, terminal penumpang bandara ini hanya berkapasitas 3,5 juta penumpang per tahun dengan luas 24.123 meter persegi.
Ketua BPPD NTB Sahlan M Saleh juga berharap pemerintah bisa menghadirkan penerbangan langsung untuk rute internasional dari Australia ke Bizam.
“Kita tahu, pasar Australia cukup tinggi untuk mendatangkan wisatawan ke Lombok, karena kami mendorong pemerintah agar bagaimana penerbangan langsung dari Australia ke Lombok ini tercipta,” jelasnya. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida