LombokPost-Sebagai bentuk tanggung jawab keterbukaan informasi terhadap masyarakat, Balai Bahasa NTB menyelenggarakan kegiatan Taklimat Media dan Sosialisasi OTK, yang berlangsung di Aula Cilinaya Balai Bahasa NTB, Senin (2/12).
Baiq Ayu Candra selaku koordinator kegiatan menuturkan tujuan diadakannya kegiatan ini sebagai bentuk akuntabilitas public, sarana keterbukaan informasi public, dan sarana pengendalian publik terhadap Balai Bahasa NTB.
“Di kegiatan ini, kami juga turut mensosialisasikan nomenklatur terbaru Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,” jelasnya.
Kepala Balai Bahasa NTB Puji Retno Hardiningtyas memaparkan capaian dan inovasi lembaga yang dipimpinnya selama tahun 2024. “Kami terus berusaha untuk mengembangkan diri melalui inovasi, baik dalam hal inovasi kelembagaan maupun pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah NTB,” terangnya.
Demi keberlanjutan inovasi yang telah dilakukan sepanjang tahun 2022—2024, Balai Bahasa NTB kembali melahirkan inovasi kelembagaan guna mendukung visi dan misi serta tugas dan fungsinya.
Adapun inovasi yang telah dilakukan pada tahun 2024 ini berjumlah 9 inovasi. 19 Inovasi ini berupa inovasi pola kerja, penggunaan efektif media digital, dan inovasi yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan mitra kerja. Inovasi tahun 2024 ini bersifat internal dan eksternal.
Rinciannya ada Sidaya, Kadaring SIBI, Mandalika-Beraga, Mandalika-IPOS, Mandalika-BISA (Berbagi Ilmu untuk Siapa Saja), Mandalika-BIKA (Berbagi Info Keuangan), Mandalika-MARI (Mitigasi Risiko), Mandalika-Udara (Unit Layanan Terpadu Daring Bermanfaat).
Kemudian, Mandalika-BUMI (BIPA Untuk Masyarakat Inovatif), Mandalika-Dewisali (Desa Wisata Literasi), Ceria Bindo (Cerita Anak Bahasa Indonesia), Ceria Sasambo (Cerita Anak Bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo).
Ceria Braille (Cerita Anak Aksara Braille), Kamus Digital Sasambo, Kamus Bergambar, Sinano (Koleksi Naskah Kuno), Siniar Sasambo, Cerita Digital, serta Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Bahasa Indonesia- Bahasa Isyarat-Aksara Braille.
Pada tahun 2024 ini, Balai Bahasa NTB berhasil mendapat penghargaan baik dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, maupun dari instansi mitra kerja.
Berbagai prestasi yang diraih di antaranya Satker Terbaik Indeks Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2023 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Satker Terbaik III Pengelolaan Kinerja Anggaran Tahun 2023 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Satker Terbaik VIII Capaian Perolehan Jumlah Peserta UKBI Terbanyak Tahun 2023 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Selanjutnya, Terbaik III Kualifikasi Informatif Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Penghargaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Tahun 2024 dari BNN Provinsi NTB, Terbaik I Penghargaan Atas Pembangunan ZI-WBK Tahun 2024 Berdasarkan Penilaian TPI Itjen Kemendikbudristek Tahun 2024.
Penghargaan Mitra Terbaik TVRI Stasiun NTB Tahun 2024. Sebelumnya, terdapat 30 prestasi lainnya yang telah ditorehkan oleh Balai Bahasa NTB.
“Prestasi atau penghargaan tersebut merupakan bukti nyata komitmen Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam meningkatkan pelayanan serta tugas dan fungsinya secara efektif dan berkelanjutan, baik dalam hal kelembagaan maupun inovasi layanan kepada masyarakat luas,” jelas Retno.
Program yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa NTB didasarkan pada tiga program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang terdapat dalam model kelompok kerja, yaitu Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP).
Dimulai dari KKLP Perkamusan dan Peristilahan, KKLP Pembinaan dan Bahasa Hukum, KKLP Penerjemahan, KKLP Pelindungan dan Pemodernan, KKLP UKBI, KKLP Literasi, dan KKLP BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). “Sepanjang tahun ini semuanya menunjukkan kinerja yang positif, dengan berbagai capaian yang terus mengalami peningkatan,” kata Retno.
Di kesempatan itu, dirinya juga menekankan kepada seluruh peserta, terutama mitra kerja dan media massa, untuk tidak sungkan memberi saran, masukan, kritik, ataupun keluhan jika ada. “Masyarakat bisa memantau apa saja yang dilakukan Balai Bahasa NTB melalui laman dan media sosial. Pengaduan terhadap pelayanan juga dapat dilakukan,” tandasnya. (yun)
Editor : Redaksi Lombok Post