LombokPost-Calon Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengunjungi Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) NTB. Iqbal mengaku, kedatangannya membahas postur anggaran dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2025.
”Itu saja secara umum. Kita diberikan waktu yang cukup untuk membahas detail soal program dan kegiatan,” kata Lalu Iqbal usai melakukan diskusi dengan Bappeda NTB, Rabu (4/12).
Menurutnya, pertemuan ini untuk menyesuaikan program dan mengintegrasikan visi misinya dengan RPJMD dan RKT. Iqbal menyebut semua visi-misinya dibahas dalam pertemuan tersebut.
”Bagaimana strategi kita untuk mengintegrasikan. Karena RPJMD ini sudah mature prosesnya, jadi jangan sampai kita keluar dari RPJMD,” terangnya.
Iqbal mengatakan, beberapa program yang akan difokuskan ketika terpilih nanti, seperti makan bergizi gratis yang menjadi program unggulan pemerintah pusat. Kemudian agroforestry dan agromaritim, untuk pengentasan kemiskinan dan pariwisata.
”Ini yang jadi acuan kita dalam semua strategi,” ujar Iqbal.
Soal janji politiknya berupa Rp 300 juta-Rp 500 per desa, disebut Iqbal belum bisa dilaksanakan untuk tahun pertama. Ia perlu melihat kondisi fiskal Pemprov NTB terlebih dahulu. Agar program tersebut nantinya tidak menjadi beban daerah. Iqbal ingin agar APBD NTB sehat.
”Melihat postur APBD potensi untuk situasi yang tidak kita harapkan masih ada di tahun depan. Kita selesaikan dulu itu,” ucapnya.
Terlebih, untuk pengesahan APBD 2025 saat ini masih bersifat indikatif atau sementara. Sehingga masih dalam bentuk perkiraan dan dapat diubah. Untuk APBD definitif atau final akan disahkan pada akhir Desember ini.
Sehingga secara aturan, Iqbal mengatakan untuk perubahan susunan APBD dapat dan sah untuk dilakukan. Namun hal itu dapat dibahas nanti setelah pelantikannya. “Atas izin Pak Pj Gubernur dan Kepala Bappeda maka kita bahas itu. Supaya kita bisa lakukan penilaian,” ucapnya.
Menurutnya, jika melihat postur anggaran untuk tahun depan masih memprihatinkan. Sehingga masih butuh pembenahan dan penyehatan anggaran untuk memastikan visi misi yang diusungnya tersebut dapat dijalankan dengan efisien.
”Kalau ibaratnya pesawat, tahun 2025 Iqbal-Dinda akan memastikan pesawatnya aman dulu. Jangan sampai terbang nanti terjadi crash atau turbulensi. Jadi memastikan mesin birokrasinya oke, dan segi teknisnya aman. Karena kita tidak hanya ingin menjalankan pemerintahan yang meritokrasi, tapi juga good governance,” tambahnya.
Lebih lanjut, disinggung soal utang yang masih menjadi beban daerah di tahun anggaran 2025. Iqbal menyebut, risiko dalam anggaran selalu ada. Maka pihaknya akan dengan segera melakukan mitigasi.
Sementara itu, Kepala Bappeda NTB Iswandi tak banyak berkomentar soal pertemuan tersebut. Namun demikian, Bappeda dipastikan mendukung penuh setiap visi misi gubernur terpiliha nantinya. (chi/r11)
Editor : Akbar Sirinawa