LombokPost-Koleksi Museum Negeri NTB kini bertambah.
Ini setelah Kesultanan Sumbawa menghibahkan delapan benda bersejarah ke Pemprov NTB untuk ditempatkan di Museum Negeri NTB.
“Hibah pusaka ini merupakan langkah penting dalam pelestarian budaya Kesultanan Sumbawa,” terang Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, saat ditemui Rabu (18/12).
Diketahui hibah koleksi milik Kesultanan Sumbawa kepada Museum Negeri NTB, terdiri dari Keris Baruwayat, Panji Macan Puti, Panji Lipan Api, Salepa, Pakebas atau Kipas Emas dan lainnya, di momen upacara pengangkatan Datu Rajamuda Kesultanan Sumbawa, pada akhir Mei lalu.
“Semua koleksi ini, kita letakkan di dalam vitrin Kerajaan Sumbawa yang sudah ada sebelumnya,” jelasnya.
Dirinya mengungkapkan, Museum Negeri NTB ingin memberikan kepercayaan kepada pemberi hibah, bahwa koleksi tersebut dimanfaatkan sesuai dengan maksud dan tujuan yang ingin diharapkan.
Museum Negeri NTB siap menyambut pengunjung untuk mempelajari lebih lanjut dan memahami lebih dalam tentang sejarah, tradisi, dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Kesultanan Sumbawa.
Seperti Keris Baruwayat, benda ini merupakan lambang kedigdayaan Kesultanan Sumbawa.
Keris Baruwayat sebagai pusaka pertama dibuat pada tahun 1635-1648 dan merupakan salah satu pusaka tertua yang dimiliki Kesultanan Sumbawa.
Kemudian, Panji Macan Putih yang melambangkan kebesaran dan kenegaraan Kesultanan Sumbawa.
Panji Macan Putih dibawa ke Sumbawa dari Arab pada awal abad ke-14 dan telah menjadi pusaka penting bagi Kesultanan Sumbawa sejak saat itu.
Kemudian, Panji Lipan Api yang melambangkan kesatuan diri Sultan, dan digunakan dalam peperangan.
Panji Lipan Api digambarkan dengan sosok naga, yang melambangkan dewa langit dalam kepercayaan masyarakat Sumbawa, dan masih banyak lagi.
“Semua ini menjadi salah satu sumber edukasi penting,” ujar Nuralam.
Makna lainnya, masyarakat NTB juga bisa melakukan hal serupa, dengan menyerahkan koleksi yang telah lama disimpan dan dijaga selama ini kepada Museum Negeri NTB.
“Kami juga sudah melobi tokoh masyarakat, keturunan dari tokoh-tokoh yang ada di Lombok ini misalnya, bahwa museum ini dapat dipercaya dan sangat bisa menyimpan memori yang berada di dalam benda-benda tersebut,” kata Nuralam.
Nuralam mengatakan dengan menyimpan koleksi di museum, tentu memiliki keuntungan.
Museum Negeri NTB sebagai institusi pemerintah, memiliki tenaga ahli dan dana dari APBN untuk melakukan perawatan, serta terjamin keamanannya.
“Koleksi yang dihibahkan juga akan kami daftarkan, di dalam data koleksi sehingga semuanya terjamin,” tandasnya.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sumbawa H Iskandar mengapresiasi apa yang dilakukan Museum Negeri NTB, terlebih Pemkab Sumbawa saat ini terus bergerak melestarikan budaya Tana Samawa, sampai ke penetapan cagar budaya oleh bupati.
“Ketika museum ada untuk menyimpan kemudian mempublikasikannya kepada masyarakat, saya rasa ini bagus, kita kolaborasi dan mendukung satu sama lain,” tegasnya. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida