Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga di Bawah Perbukitan dan Bantaran Sungai Perlu Tingkatkan Kewaspadaan

Yuyun Kutari • Senin, 30 Desember 2024 | 17:00 WIB

 

TERDAMPAK: Anggota Babinsa dibantu masyarakat setempat, mengangkut sisa-sisa barang milik seorang warga yang rumahnya terdampak banjir, di Kabupaten Bima, Sabtu (28/12).
TERDAMPAK: Anggota Babinsa dibantu masyarakat setempat, mengangkut sisa-sisa barang milik seorang warga yang rumahnya terdampak banjir, di Kabupaten Bima, Sabtu (28/12).
 

 

LombokPost-Cuaca ekstrem masih berlangsung di wilayah NTB. Hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir hingga angin kencang berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Ahmadi meminta agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan di bawah areal perbukitan agar meningkatkan kewaspadaannya.

“Warga yang tinggal di bantaran sungai berisiko terkena banjir saat air meluap. Begitu juga warga yang tinggal di areal perbukitan berisiko terkena longsoran pada kondisi tertentu, apalagi areal perbukitan yang sudah gundul,” terangnya.

Permukiman yang ada menjurus ke bantaran sungai dan apabila terjadi hujan lebat, selalu kawasan tersebut yang tergenang. “Kemudian, sungai-sungai kita juga tak semua ada tanggulnya. Jadi, begitu dia banjir sedikit langsung bisa masuk ke rumah,” jelasnya.

Kondisi sekarang, ketika banyak kawasan hutan yang sudah gundul, sehingga maka saat terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi, air tak bisa ditahan dan langsung turun permukaan, dan seringkali ke pemukiman warga menjadi sasaran. “Sehingga banyak warga kita yang mengungsi,” ujarnya.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Bima, Sabtu (28/12), telah terjadi bencana alam banjir di Desa Jia, Kecamatan Sape dan Desa Tonda Kecamatan Madapangga serta bencana alam tanah longsor di Desa Doridungga Kecamatan Donggo.

“Ini disebabkan oleh terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut,” kata dia.

Akibatnya, tercatat sebanyak 410 kepala keluarga (KK) terdampak dan 410 unit rumah terendam. Selain itu, bencana alam juga mengakibatkan satu unit rumah mengalami rusak berat akibat tertimpa material longsor.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan stakeholder terkait dan stakeholder terkait untuk penanganan lanjutan, Tim BPBD Kabupaten Bima melakukan assessment dampak bencana, dan melakukan pelaporan serta diseminasi,” tegasnya. (yun/r11)

Editor : Akbar Sirinawa
#Ekstrem #bantaran #lebat #sungai #angin kencang #perbukitan #BPBD #NTB #cuaca #Hujan