LombokPost-Sampai saat ini, wilayah Bumi Gora belum dinyatakan terbebas dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) oleh Kementerian Pertanian (Kementan), meski sudah zero kasus PMK pada hewan ternak.
Untuk dinyatakan terbebas, apabila vaksinasi terhadap hewan ternak, baik kerbau dan sapi di atas 90 persen dari target populasi selama kurun waktu tiga tahun berturut-turut. Semua itu harus dibuktikan melalui surveilans pasca vaksinasi. “Memang begini prosedurnya,” terang Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB Muhamad Riadi.
Surveilans ini dilakukan oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar. Gunanya untuk memantau antibodi hewan ternak yang telah divaksin. Diketahui, surveilans vaksin PMK telah berlangsung sejak tahun 2022.
Saat itu, total populasi hewan ternak di NTB yang mencapai 1,2 juta ekor, dan 93 persen diantaranya sudah disuntikkan vaksin. Berikutnya, di tahun 2023, vaksin PMK ke hewan ternak sudah melebihi 90 persen dari seluruh populasi yang ada.
Sedangkan tahun 2024, jumlah populasi kambing, sapi dan kerbau se-NTB sebanyak 700 lebih ekor, dan vaksin PMK yang sudah diberikan di atas 90 persen dari total populasi yang ada.
Sepanjang 2024, Disnakeswan NTB telah memberikan 678.934 vaksin PMK. Tersebar di Mataram 94 vaksin, Lombok Barat 94.100, Lombok Tengah 94.374, Lombok Timur 150.820, Lombok Utara 16.584 vaksin, Sumbawa Barat 12.552, Sumbawa 105.030, Dompu 81.338, Bima 113.670, Kota Bima 10.372, sehingga secara keseluruhan ada 678.934 vaksin.
Karenanya, untuk kegiatan surveilans yang akan dilaksanakan oleh BBVet Denpasar, Riadi menegaskan bahwa hal tersebut akan berlangsung di awal tahun 2025.
“Memang mereka memiliki waktu evaluasi setelah kita laporkan selesai vaksinasi, baru dia surveilans. Nanti kami koordinasi lagi,” ujarnya.
Dalam mendukung surveilans, Disnakeswan NTB telah membentuk untuk mendampingi, agar setiap tahapan berjalan sesuai rencana. Surveilans ini untuk meyakinkan dan memastikan vaksinasi yang dilakukan pemda selama ini efektif atau tidak.
“Kalau dia banyak sampel dan ditemukan tidak terbentuk antibodi, berarti tidak efektif vaksinasi yang kita lakukan, tetapi dari pengalaman beberapa kali mereka turun melakukan surveilans itu, ditemukan terbentuk antibodi di hewan ternak yang kita vaksin,” jelasnya.
Hasil di tahun 2023, Kementan menyebut sudah terbentuk sistem kekebalan tubuh pada hewan ternak yang telah divaksin di NTB. Sedangkan untuk vaksinasi tahun ini, diharapkan keluar dengan hasil yang sama. (yun/r11)
Editor : Akbar Sirinawa