LombokPost-Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Muhammad Riadi melaksanakan koordinasi vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bima. Koordinasi ini untuk memastikan kelancaran vaksinasi PMK sekaligus mitigasi dini kesehatan ternak.
”Pemerintah telah mendistribusikan sekitar 5.000 dosis vaksin PMK untuk kabupaten/kota di NTB, termasuk Kabupaten Bima,” kata Riadi.
Selain itu, Muhammad Riadi juga ingin memastikan dampak banjir bandang di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, pada 2 Februari 2025 terhadap ternak warga. Banjir tersebut menghanyutkan rumah, kios, dan merusak lahan pertanian.
Munculnya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, terutama sapi, di NTB sejak awal tahun ini membuat pemerintah memperketat pengirimannya ke luar pulau.
“Kalau ternak yang dijual atau dikirim ke luar daerah tetap ada,” katanya.
Pihaknya juga berkoordinasi intens dengan Balai Karantina. Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor B-03/PK.320/M/01/2025 tentang Kewaspadaan Dini Peningkatan Kasus Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).
Surat tersebut mengantisipasi penyebaran PMK yang diprediksi mencapai puncaknya antara Januari hingga Maret 2025. Peningkatan pengawasan lalu lintas hewan, produk hewan, dan media pembawa penyakit hewan akan dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK dan PHMS lainnya. Hal ini mengacu pada Permentan Nomor 17 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pengawasan Lalu Lintas Hewan, Produk Hewan, dan Media Pembawa Penyakit Hewan Lainnya di Dalam Wilayah NKRI.
Balai Karantina memeriksa kelengkapan dokumen peternak sebelum memobilisasi ternak menuju pelabuhan. Dokumen yang diperiksa antara lain sertifikat veteriner, keterangan vaksinasi PMK dari instansi terkait, dan hasil uji laboratorium.
“Untuk keluar, ternaknya harus sudah divaksin PMK. Saya percaya teman-teman di balai karantina bekerja dengan baik untuk mengawal ini,” jelasnya.
Plt Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bima drh Joko Agus Guyanto mengatakan vaksinasi PMK telah berjalan dengan baik, dan kuota vaksin hampir habis terdistribusi. ”Yang jelas, vaksinasi PMK terus berjalan, dan fokus kami saat ini adalah sentra-sentra penggemukan sapi," kata Joko. (arl/r7)
Editor : Rury Anjas Andita