Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cuaca Buruk, Penyeberangan Kayangan-Poto Tano Diberlakukan Buka Tutup

nur cahaya • Selasa, 11 Februari 2025 | 17:25 WIB

 

PELAYARAN: Transportasi laut juga sangat dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, untuk itu saat gelombang tinggi, angin kencang, atau badai laut terjadi mempengaruhi keamanan dan keselamatan.
PELAYARAN: Transportasi laut juga sangat dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, untuk itu saat gelombang tinggi, angin kencang, atau badai laut terjadi mempengaruhi keamanan dan keselamatan.
 

LombokPost-Lalu lintas transportasi laut di Pelabuhan Kayangan-Poto Tano sempat terganggu akibat cuaca buruk di Selat Alas.

Saat ini, sistem buka-tutup diterapkan untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

"Kondisinya memang diterapkan pola buka-tutup," kata General Manager ASDP Kayangan Heru Wahyono pada Lombok Post, Senin (10/2).

Kebijakan ini bukan keputusan ASDP, melainkan kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) yang berkoordinasi dengan BMKG.

"Ini kewenangan BPTD dan diterapkan ketika ada gangguan akibat cuaca ekstrem seperti angin kencang," jelasnya.

Meski pelayanan terganggu, keputusan ini diambil demi keamanan dan keselamatan penumpang.

"Dua aspek ini yang utama. Jika dipaksakan, risikonya besar, bisa terjadi kecelakaan dan kerugian," ujarnya.

Heru menegaskan kebijakan ini bersifat situasional. Jika BMKG menyatakan cuaca aman, pelayaran akan dibuka kembali.

Terpisah, Koordinator Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Lembar Koda Pahlianus Nelson Dallo menyebut, hingga kemarin belum ada sistem buka-tutup di Pelabuhan Lembar.

Kebijakan yang diterapkan hanya penundaan pelayaran sekitar satu hingga dua jam sambil memastikan kondisi cuaca.

"Kami berlakukan penundaan sambil menunggu perkembangan," katanya.

Pihaknya tidak hanya berpedoman pada rilis BMKG, tetapi juga informasi dari nakhoda kapal. "Informasi kami himpun dari sana," imbuhnya.

Ia mengimbau pengguna jasa penyebrangan agar tidak terburu-buru dan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi tidak memungkinkan.

"Kalau otoritas memberlakukan penundaan, kami mohon pengertiannya karena ini demi keselamatan bersama," ujarnya.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainudin Abdul Majid Satria Topan Primadi menegaskan, selama periode 10-13 Februari, analisis dinamika atmosfer menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus di NTB.

"Wilayah kita berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang," terangnya.

Gelombang tinggi juga diprediksi terjadi di perairan NTB, dengan ketinggian bervariasi antara 1,25 hingga 4 meter di Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian utara dan selatan, Selat Sape, serta Samudera Hindia selatan NTB.

"Kami mengimbau masyarakat terus memperhatikan informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG," pungkasnya. (yun/r7)

Editor : Kimda Farida
#penumpang #BPTD #kapal #pelabuhan #ASPEK #Kecelakaan #penyeberangan