Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketum KAKAMMI: Selamat Berkiprah Prof. Brian

Halil E.D.C • Jumat, 21 Februari 2025 | 09:25 WIB
Suryadi Jaya Purnama
Suryadi Jaya Purnama

Lombok Post – Pelantikan Profesor Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) memberikan semangat baru bagi para alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) untuk terus berbuat dan memberikan kiprah terbaiknya demi bangsa dan negara.

“Prof. Brian yang dilantik menjadi Mendiktisaintek, insya Allah bisa membuktikan alumni KAMMI sebagai muslim negarawan yang bisa berkontribusi untuk negeri,” kata Ketua Umum Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI) Suryadi Jaya Purnama.

Menurut Suryadi Jaya Purnama (SJP), dipilihnya Prof. Brian sebagai Mendiktisaintek menjadi kebanggaan KAMMI. “Selamat berkiprah, semoga bisa mengemban amanah dengan kontribusi terbaik,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Prof. Brian Yuliarto sebagai Mendiktisaintek menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro. Prof Brian merupakan Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memiliki spesialisasi dan keahlian di bidang teknologi nano dan kuantum.

“Prof. Brian memang pernah aktif di KAMMI sebagai Ketua Umum PD KAMMI Bandung periode 1998-2001 dan Ketua KAMMI Jepang periode 2001-2003,” kata SJP yang selama ini dikenal sebagai aktivis, politisi, sekaligus pengusaha ini.

Prof. Brian yang lahir di Jakarta pada 27 Juli 1975 merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Menyelesaikan pendidikan sarjana dengan Jurusan Teknik Fisika di ITB pada 1999, kemudian melanjutkan studinya dan selesai program magister di University of Tokyo, Jepang, pada 2002.

Selanjutnya, Prof Brian melanjutkan studi doktor atau S3 di universitas yang sama di Tokyo dan menyelesaikan pendidikan S3-nya pada 2005.

Sebelum menjadi Guru Besar di Fakultas Teknologi Industri ITB, Prof Brian pernah menjabat Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB (2010-2016), Kepala Prodi Studi Teknik Fisika (2016-2020), Ketua KK AFM FTI ITB (2018-2020), dan Kepala Researcher Center on Nanoscience and Nanotechnology (2019-2020).

Prof Brian dalam usia relatif muda, yakni 43 tahun, berhasil mendapatkan gelar profesor. Dalam pidato pengukuhan guru besarnya, Prof. Brian menyoroti potensi alam Indonesia dalam upaya mendukung perkembangan teknologi nano.

Prof. Brian banyak berkiprah dalam dunia akademik dan riset, yang terutama berfokus pada pengembangan nanomaterial untuk aplikasi sensor dan energi.

Penelitian yang digeluti bertujuan meningkatkan kemampuan sensor, yang diharapkan mampu memberikan performa lebih tinggi dalam mendeteksi berbagai molekul target secara cepat dan akurat. (lil)

 

Editor : Haliludin