LombokPost - NTB akan segera memiliki Lombok Immersive Technopark, sebuah gagasan yang dirancang untuk menjadikan provinsi ini sebagai pusat inovasi teknologi yang mendukung pendidikan tinggi, pelestarian budaya, dan pengembangan keterampilan digital masyarakat.
Lombok Immersive Technopark ini digagas oleh Prof. Dr. dr. Hamsu Kadriyan, Sp.THT-KL(K), M.Kes, yang bertujuan untuk menggabungkan teknologi canggih dengan kearifan lokal.
Pembangunan proyek ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilakukan Prof. Hamsu Kadriyan, Jumat (28/2). Lombok Immersive Technopark ini dibangun di atas lahan seluas 73 are, yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Mataram.
Baca Juga: Lombok Imersive Technopark, Gagasan Besar Prof Hamsu Kadriyan untuk Masa Depan NTB
Prof Hamsu Kadriyan menjelaskan, Lombok Immersive Technopark akan menjadi wahana kebudayaan pertama di NTB yang menggabungkan budaya lokal dengan teknologi immersive. Teknologi ini memungkinkan pengunjung untuk merasakan pengalaman langsung dari peristiwa sejarah atau budaya yang sulit dijelaskan hanya melalui dokumen atau cerita lisan.
"Teknologi immersive ni akan membawa pengunjung seolah-olah berada di masa lalu dan masa depan. Ini bukan sekadar bermain, tetapi juga belajar dan merasakan pengalaman sejarah secara langsung," kata Prof Hamsu Kadriyan usai peletakan batu pertama.
Selain itu, Lombok Immersive Technopark juga akan menyediakan berbagai wahana rekreasi modern yang interaktif, seperti wahana air dan area bermain dengan sentuhan teknologi canggih.
Baca Juga: Smart ENT Buatan UNRAM Curi Perhatian Para Dokter di Muktamar IDI Mataram
"Fasilitas ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk datang dan menikmati pengalaman baru yang menggabungkan edukasi dan hiburan," ujar Guru Besar Ilmu Kedokteran Universitas Mataram ini.
Proyek ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Budayawan Sasak, HM Hasbi Assiddiqie menyambut baik pembangunan Lombok Immersive Technopark. Menurutnya, wahana ini akan memberikan sensasi yang berbeda dan menjadi yang pertama di NTB dalam menggabungkan edukasi, hiburan, dan sejarah masa lampau, kini, dan masa depan.
“Ini adalah langkah luar biasa untuk melestarikan budaya NTB, sekaligus memanfaatkan teknologi terkini. Saya yakin ini akan menarik minat banyak orang, terutama generasi muda,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari akademisi seni dan budaya NTB, MA Nur Kholis, yang menilai konsep pembangunan ini sangat positif. "Kebudayaan bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus berkembang dan dapat dipadukan dengan inovasi teknologi. Ini adalah bentuk konkret dari pemajuan kebudayaan. Sasak dan budaya NTB lainnya harus terus hidup dan berkembang, dan proyek ini adalah salah satu caranya," tegasnya.
Dengan hadirnya Lombok Immersive Technopark, NTB diharapkan akan menjadi pusat teknologi dan budaya yang mendukung kemajuan pendidikan, pelestarian budaya, dan pengembangan keterampilan digital masyarakat. (r5)
Editor : Jelo Sangaji