Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gunung Rinjani Kembali Terima Pendaki Pada 3 April, Kuota Dibuka 100 Persen

Yuyun Kutari • Selasa, 25 Maret 2025 | 09:57 WIB
Sebelum mendaki, biasanya seseorang akan melakukan persiapan matang, baik fisik, mental, dan peralatan, serta penting memilih jalur dan durasi yang sesuai pendakian ke Rinjani tetap bisa dinikmati.
Sebelum mendaki, biasanya seseorang akan melakukan persiapan matang, baik fisik, mental, dan peralatan, serta penting memilih jalur dan durasi yang sesuai pendakian ke Rinjani tetap bisa dinikmati.

LombokPost--Semua jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sejak 1 Januari hingga 2 April 2025 untuk pemulihan ekosistem, keselamatan, dan antisipasi cuaca ekstrem.

Kini, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengumumkan pembukaan kembali jalur pendakian tersebut.

"Kunjungan wisata alam di enam jalur pendakian dan satu destinasi nonpendakian TNGR dibuka kembali mulai 3 April," terang Kepala Balai TNGR Yarman, Senin (24/3).

Enam jalur pendakian yang dibuka adalah Senaru dan Torean di Lombok Utara, Aik Berik di Lombok Tengah, serta Sembalun, Timbanuh, dan Tetebatu di Lombok Timur.

Pembukaan ini mempertimbangkan pemulihan ekosistem di TNGR serta informasi prakiraan cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok.

Setelah dibuka, kuota pendakian kembali ke 100 persen dari kapasitas normal, dengan durasi pendakian 4 hari 3 malam.

Jam operasional destinasi nonpendakian Senin-Minggu pukul 09.00-15.00 Wita, sementara pendakian Senin-Minggu dengan check-in pukul 07.00-15.00 Wita dan check-out pukul 07.00-21.00 Wita, atau sesuai konfirmasi dengan petugas.

"Registrasi pendakian dilakukan melalui aplikasi eRinjani yang dapat diunduh di Playstore, mulai 25 Maret pukul 06.00 Wita," jelas Yarman.

Seluruh aktivitas pendakian mengikuti Revisi III Standar Operasional Prosedur Pendakian berdasarkan SK Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani Nomor SK.42/T.39/TU/KSA/04/2024. Sementara itu, kunjungan wisata nonpendakian tetap mengacu pada SK Kepala Balai TNGR Nomor SK.104/T.39/TU/KSA/07/2020.

"Seluruh pendaki wajib membawa wadah guna ulang untuk barang bawaan berpotensi sampah guna mendukung program Go Rinjani Zero Waste 2025," tegas Yarman.

Untuk menjaga kebersihan, Balai TNGR membangun toilet ramah lingkungan di Pelawangan Sembalun, bekerja sama dengan Arei Outdoor Gear.

Toilet ini menyediakan pilihan duduk dan jongkok demi kenyamanan pendaki.

"Toilet ini bukan sekadar fasilitas, melainkan langkah konkret untuk mengurangi dampak lingkungan," terangnya.

Fasilitas ini diharapkan mengubah kebiasaan buang air besar sembarangan yang mencemari ekosistem.

Ke depan, toilet serupa akan dibangun di Danau Segara Anak pada ketinggian 2.010 mdpl sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam.

"Semoga langkah kecil ini menginspirasi," tandas Yarman.

Kepala Dispar NTB H Jamaluddin Malady menegaskan, setelah jalur pendakian dibuka, kebersihan Rinjani harus menjadi prioritas utama. Ini akan meningkatkan citra positif dan mendorong terwujudnya destinasi wisata berkelanjutan. (yun/r7)

Editor : Kimda Farida
#pendaki #Jalur pendakian #TNGR #rinjani #Taman Nasional Gunung Rinjani