Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MXGP Tak Berdampak ke Pariwisata

nur cahaya • Kamis, 27 Maret 2025 | 22:25 WIB

 

UNJUK KEAHLIAN: Tiga pembalap menunjukkan skill dan strategi untuk menjadi yang tercepat di ajang MXGP Indonesia 2024, yang digelar di lintasan sirkuit yang berlokasi di eks Bandara Selaparang.
UNJUK KEAHLIAN: Tiga pembalap menunjukkan skill dan strategi untuk menjadi yang tercepat di ajang MXGP Indonesia 2024, yang digelar di lintasan sirkuit yang berlokasi di eks Bandara Selaparang.
 

 

LombokPost-Event Motocross Grand Prix Championship (MXGP) Indonesia 2025 dipastikan batal digelar. Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) telah merilis kalender terbaru melalui akun Instagram resmi @mxgp pada 6 Maret lalu.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Sahlan M Saleh mengatakan selama ini penyelenggaraan MXGP belum memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata NTB. “Sehingga ada atau tidak ada MXGP bagi kami biasa saja,” ujarnya, Rabu (26/3).

Indonesia tujuh kali menjadi tuan rumah balap motor internasional tersebut. Tiga di antaranya, yakni pada 2022, 2023, dan 2024, diselenggarakan di NTB, tepatnya di Sumbawa dan Lombok. “Kalau yang pertama (tahun 2022, Red) memang ada, tetapi setelahnya nggak ada,” ungkapnya.

Minimnya dampak MXGP terhadap sektor pariwisata terlihat dari rendahnya pemesanan hotel oleh penyelenggara maupun pembalap. Sejumlah asosiasi seperti Astindo, Asita, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) juga merasakan hal yang sama.

“Setelah kami tanya kaitannya dengan MXGP, dampaknya tidak ada. Itu bisa dilihat dari reservasi kepada perusahaan sektor pariwisata, pemandu wisata, dan okupansi hotel. Selama ini mereka lebih banyak direct booking ke hotel,” jelas Sahlan.

Meski demikian, kehadiran MXGP di NTB berdampak positif bagi pelaku usaha sektor ekonomi, terutama UMKM. “Jika di UMKM, dampaknya sangat besar. Penghasilan mereka meningkat karena dominasi penonton lokal,” katanya.

Sahlan berharap dengan relasi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, NTB bisa menggelar lebih banyak event pariwisata serta merealisasikan pembangunan konektivitas antar-destinasi wisata dan tata kelola pariwisata berkelanjutan.

Sementara itu, batalnya Indonesia menjadi tuan rumah MXGP tidak berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak hiburan di Kota Mataram.

Kepala Bidang Pelayanan Penagihan dan Penyuluhan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram Achmad Amrin menyatakan event tersebut memang tidak pernah menjadi potensi pendapatan pajak hiburan bagi Kota Mataram. “Oh tidak ada, karena ya seperti tadi, tidak menjadi perhitungan atau potensi kita,” ujarnya.

Selama penyelenggaraan MXGP di Kota Mataram, pihak penyelenggara tidak pernah menyetorkan pajak hiburan. (yun/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
#UMKM #Sumbawa #NTB #Hotel #batal #MXGP #Lombok