LombokPost – Anggota DPRD NTB dari Dapil VI, Muhammad Aminurlah menyoroti keterlambatan pelaksanaan proyek fisik Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB tahun 2024.
Menurutnya, proyek yang seharusnya selesai tahun lalu justru tak kunjung rampung, bahkan banyak yang masih jauh dari target.
Salah satu contoh yang disorotnya adalah proyek rehabilitasi dan pembangunan di SMAN 2 Bolo, Kabupaten Bima.
Meski mendapatkan anggaran lebih dari Rp 2 miliar, pembangunan fisik sekolah tersebut baru mencapai pemasangan tembok. “Proyek dari DAK ini sudah molor sekali. Ada yang tidak beres ini. Pihak berwajib harus turun tangan dan mengusutnya,” desak pria yang akrab disapa Maman, Kamis (27/3).
Berdasarkan catatan Lombok Post, SMAN 2 Bolo menerima alokasi dana DAK sebesar lebih dari Rp 2 miliar, yang digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas Rp 817.045.000; ruang laboratorium Biologi Rp 272.348.000. Pembangunan RKB Rp 1.224.018.000; ruang laboratorium komputer Rp 276.818.000; ruang bimbingan konseling Rp 125.253.000; ruang OSIS Rp 197.379.000. "Hingga saat ini, progresnya sangat lambat dan jauh dari target," sebutnya.
Mantan anggota DPRD Bima tiga periode ini mengungkapkan, proyek fisik SMAN 2 Bolo telah mengalami dua kali adendum. “Pembangunan di SMAN 2 Bolo itu bermasalah. Kapan selesainya proyek itu, sementara yang dibangun itu dua lantai,” sorotnya.
Carut marut dalam proyek DAK ini, menurut Maman sangat mencolok dan perlu perhatian serius dari aparat penegak hukum (APH).
Politisi PAN ini mendesak APH untuk menyelidiki adanya dugaan tindak pidana korupsi terkait pengerjaan proyek DAK ini, mulai dari adanya fee kepada oknum pejabat Dinas Dikbud NTB, penentuan perusahaan pemenang proyek, hingga kualitas bangunan yang buruk. “Peran Kepala Dinas, Kepala Bidang, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait proyek DAK ini harus diusut tuntas,” tegasnya.
Selain SMAN 2 Bolo, Maman juga mencatat adanya masalah serupa pada proyek DAK di sekolah-sekolah lainnya yang hingga kini belum rampung. “Saya sangat miris melihat kondisi proyek DAK ini. Kasihan dunia pendidikan kita,” ujar Maman.
Dia juga meminta Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk segera mengatasi permasalahan proyek DAK ini. Jika tidak segera disikapi, Maman khawatir masalah tersebut akan berlarut-larut dan mengganggu kualitas bangunan yang telah dibiayai dengan dana yang sangat besar.
“Pak Gubernur harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Proyek DAK yang terbengkalai akan menjadi catatan buruk bagi NTB,” tandas Maman.
Proyek DAK ini, menurutnya, harus segera dievaluasi dan diperbaiki, agar tidak merugikan dunia pendidikan di NTB. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji