Seorang anak laki-laki bernama Rafka Halid Alfarizki dilaporkan hilang.
Pihak keluarga melaporkan bocah 3,5 tahun itu kali terakhir sedang bermain air di bibir pantai.
Keluarga pun langsung melaporkan peristiwa itu ke Pos Pengamanan Pantai Duduk yang dijaga personel Ditpolairud Polda NTB.
Begitu menerima laporan, tim Ditpolairud Polda NTB langsung bergerak melakukan penyisiran dari Pantai Duduk 1 hingga ke Pantai Duduk 3.
Mereka juga dibantu para pengunjung menggunakan perahu menyisir pesisir pantai.
“Alhamdulillah, sekitar 20 menit kemudian kami temukan Rafka di atas batu karang, basah kuyup dan menangis mencari orang tuanya," tutur AKP I Gusti Made Suarjaya, kanit Patwal Air Subdit Patroli Ditpolairud Polda NTB, Senin sore (7/4).
Sebelumnya, Rafka datang berwisata ke Pantai Duduk 3 bersama nenek dan dua bibinya.
Rombongan keluarga asal Dasan Agung, Mataram, ini tiba sekitar pukul 10.00 Wita dan langsung bersantai sambil makan di pinggir pantai.
Setelah itu, bocah mungil ini pun bermain air seperti anak-anak pada umumnya.
Namun, sekitar 10 menit berselang, keluarga menyadari Rafka tak lagi terlihat.
Panik, mereka mencari ke segala arah. Hingga akhirnya mereka melapor ke Pos Pengamanan Pantai Duduk.
Rafka ditemukan di bagian utara Pantai Duduk 3 dalam keadaan selamat.
Setelah memastikan kondisinya aman, tim langsung menyerahkannya kembali kepada keluarganya yang sudah cemas menunggu.
Atas kejadian itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak saat mengunjungi tempat wisata, terutama di momen liburan seperti Lebaran Topat.
"Kami sangat bersyukur anak tersebut ditemukan dengan selamat. Tapi ini jadi pengingat penting, agar orang tua benar-benar mengawasi anak saat berada di area pantai atau lokasi ramai. Cukup satu detik lengah, bisa berdampak besar," kata Kholid.
Keluarga Rafka pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim Ditpolairud Polda NTB, yang telah bertindak cepat dan sigap dalam membantu menemukan buah hati mereka.
Pengamanan Lebaran Topat
Ditpolairud Polda NTB mengerahkan personel untuk melakukan patroli laut dan patroli dialogis di sepanjang kawasan pesisir yang menjadi pusat keramaian masyarakat pada perayaan Lebaran Topat, Senin (7/4).
Patroli dimulai dari Pantai Gading di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, hingga pesisir Pantai Gelandangan di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.
Patroli untuk mengantisipasi potensi gangguan keselamatan dan keamanan, khususnya bagi masyarakat yang memadati kawasan pantai untuk bersantai dan berenang.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid menjelaskan, kehadiran Ditpolairud di kawasan wisata pantai adalah bagian dari sinergi pengamanan dalam Operasi Ketupat Rinjani 2025 yang melibatkan seluruh jajaran kepolisian di NTB.
"Personel Ditpolairud Polda NTB ditugaskan melakukan patroli laut untuk memastikan keamanan masyarakat yang tengah merayakan Lebaran Topat di pantai. Mereka juga aktif menyampaikan imbauan agar warga yang mandi di laut tetap berhati-hati dan tidak berenang terlalu ke tengah," jelasnya.
Selain Ditpolairud, personel dari Polda NTB, Polresta Mataram, dan Polres Lombok Barat dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di darat, memastikan arus lalu lintas lancar, serta mengantisipasi gangguan kamtibmas lainnya.
"Kita ingin memastikan masyarakat bisa merayakan tradisi Lebaran Topat dengan aman dan nyaman. Oleh karena itu, pengamanan dilakukan secara terpadu baik di darat maupun di laut," kata Kholid.
Operasi Ketupat Rinjani 2025 sendiri terus berjalan mulai perayaan Hari Raya Idul Fitri dan selama masa libur Lebaran Topat, dengan fokus pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat di titik-titik keramaian. (*)
Editor : Marthadi