LombokPost-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menetapkan kebijakan tarif timbal balik yang lebih tinggi bagi puluhan negara, termasuk Indonesia. Produk asal Indonesia kini dikenakan tarif hingga 32 persen.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB Muslim mengatakan kebijakan tersebut diprediksi berdampak pada sejumlah komoditas ekspor NTB ke AS, termasuk hasil perikanan seperti udang dan ikan tuna.
“Dampaknya pasti ada kalau tarifnya naik dari sebelumnya,” jelasnya, Selasa (8/4).
Selama ini, ekspor tuna beku dan lobster beku ke AS dilakukan oleh PT High Point Fisheries dan PT Blue Ocean Lobster. Dengan pemberlakuan tarif baru, Muslim memperkirakan volume produksi akan dikurangi.
Tak hanya itu, dampaknya bisa meluas hingga ke tenaga kerja. “Ini masih kemungkinan. Kita berbicara kemungkinan bahwa perusahaan akan melakukan perampingan struktur manajemen internal,” ujarnya.
Namun ia memastikan para eksportir telah menyiapkan langkah mitigasi. Mereka, kata Muslim, memahami dinamika pasar internasional yang rentan berubah karena regulasi, daya saing, dan permintaan global.
“Di sini, apakah mereka akan mencari segmen pasar negara lain atau apa. Saya pikir masing-masing perusahaan sudah punya langkah mitigasi ke arah sana. Apalagi Presiden Prabowo menginstruksikan kepada jajaran kementerian melakukan komunikasi dengan Pemerintah AS,” jelasnya.
Jika eksportir memilih mengalihkan pasar, Muslim menyarankan Jepang dan Cina sebagai alternatif tujuan ekspor. “Saya rasa, para eksportir kita sudah memiliki jaringan pasar di negara lain untuk menjual produknya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengungkapkan, nilai ekspor NTB pada Februari 2025 mencapai USD 7.279.195 atau naik 87,17 persen dibanding Januari yang sebesar USD 3.889.005.
AS menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD 3.880.251 atau 53,31 persen. Disusul Hongkong sebesar USD 1.362.956 (18,72 persen), Vietnam USD 724.856 (9,96 persen), Jepang USD 419.981 (5,77 persen), dan Tiongkok USD 369.459 (5,08 persen).
“Sedangkan ekspor ke negara lain mencapai 7,17 persen dari total ekspor,” ujarnya.
Komoditas ekspor utama NTB pada Februari 2025 didominasi Ikan dan Udang sebesar US$ 2.808.930 (38,59 persen), Perhiasan/Permata USD 1.837.239 (25,24 persen), Daging dan Ikan Olahan USD 1.520.619 (20,89 persen), Buah-buahan USD 662.655 (9,10 persen), Garam, Belerang, dan Kapur USD 244.759 (3,36 persen), serta Biji-bijian Berminyak USD 176.760 (2,43 persen). (yun/r7)
Editor : Prihadi Zoldic