Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemudik di Lembar Naik 11 Persen Kayangan Turun 8 Persen, Mudik Lancar Kunjungan Wisata Naik

nur cahaya • Jumat, 11 April 2025 | 21:55 WIB

 

ARUS BALIK: Para penumpang menaiki KM Kirana VII tujuan Lembar-Surabaya, Minggu lalu (6/4). Mereka adalah pemudik yang kembali ke tempat perantauan.
ARUS BALIK: Para penumpang menaiki KM Kirana VII tujuan Lembar-Surabaya, Minggu lalu (6/4). Mereka adalah pemudik yang kembali ke tempat perantauan.
 

LombokPost-Dinas Perhubungan (Dishub) NTB menilai angkutan Lebaran 2025 berlangsung aman dan lancar, baik saat arus mudik maupun arus balik. Selama masa angkutan, tidak ada insiden lalu lintas yang menonjol.

"Secara umum berjalan sangat aman. Tidak ada penumpukan di semua angkutan," kata Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Muhammad Faozal, Kamis (10/4).

Ia menyebut kelancaran angkutan Lebaran kali ini didukung waktu libur yang cukup panjang, serta kebijakan work from anywhere (WFA) dari pemerintah yang diterapkan beberapa hari. Hal itu dinilai mengubah pola perjalanan masyarakat.

"Perbedaannya terasa sekali dengan lebaran sebelum-sebelumnya. Tahun ini tidak ada penumpukan di bandara, pelabuhan dan terminal," papar Faozal.

Dishub mencatat adanya perbedaan pada moda transportasi. Untuk transportasi laut, terjadi peningkatan dan penurunan jumlah penumpang. Kenaikan terjadi di Pelabuhan Lembar dan Gili Mas, dengan peningkatan 11 persen dibanding masa angkutan Lebaran 2024. Sementara penumpang di lintasan Pelabuhan Kayangan–Poto Tano turun 8 persen.

"Saya tidak tahu penyebab sampai turun 8 persen. Mungkin saja mereka ingin uangnya disimpan dulu. Atau mudiknya dilakukan di waktu berbeda," ujar Faozal.

Photo
Photo

Meski demikian, sempat terjadi penumpukan penumpang saat arus balik dari Poto Tano menuju Pelabuhan Kayangan, terutama pada H+2 hingga H+3 Lebaran.

"Mereka memilih nyeberang ke Lombok atau berangkat ke Mataram pada waktu yang bersamaan sehingga sempat macet," tuturnya.

Faozal juga mengungkapkan kendala pada moda transportasi udara, akibat keterbatasan jumlah pesawat dari seluruh maskapai. Di sisi lain, kapasitas kursi tidak bertambah, tetap sama seperti hari-hari reguler.

"Sehingga tidak memungkinkan bagi kita mendapatkan extra flight di semua maskapai," paparnya.

Saat ini ada lima maskapai yang melayani penerbangan di Bandara Internasional Lombok. Masalah utama terjadi pada rute domestik.

"Bisa jadi orang mencari tiket susah, kemudian harga tiket mahal, dan walaupun pemerintah ada rambu-rambu ambang batas tapi kan hukum pasar tetap berlaku," ungkap Faozal.

Sementara itu, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB selama libur Lebaran. Tercatat sebanyak 3.500 orang datang ke Lombok dan Sumbawa menggunakan seluruh moda transportasi, baik laut, darat, maupun udara. Jumlah itu dinilai cukup tinggi dibanding libur lainnya. 

"Jumlah kunjungan sampai 3.500 ini tidak sedikit. Bagi kita banyak itu. Ini bisa mengangkat ekosistem pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar," sambung Sekda NTB Lalu Gita Ariadi. (mar/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
#penumpang #angkutan #transportasi #Sumbawa #NTB #Kayangan #Lombok #Lembar #libur