Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengangguran Terbuka di NTB Didominasi Usia Produktif

nur cahaya • Jumat, 18 April 2025 | 08:32 WIB

 

I Gede Putu Aryadi
I Gede Putu Aryadi
 

LombokPost-Tingkat pengangguran terbuka (TPT) NTB yang tercatat sebanyak 87 ribu orang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Iqbal-Dinda.

Ironisnya, pengangguran didominasi oleh anak muda dan kelompok usia produktif dengan jenjang pendidikan beragam, mulai lulusan SMA/SMK hingga sarjana.

“Mereka ini usia produktif dan masuk dalam angkatan kerja,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) I Gede Putu Aryadi kepada Lombok Post.

 Baca Juga: Catat Tanggalnya, Pocari Sweat Run 2025 Hadir di Lombok!

Putu Aryadi menyampaikan, angka pengangguran didominasi oleh lulusan SMK, SMA, serta perguruan tinggi.

Pengangguran lulusan SMK tercatat mencapai 4,76 persen, SMA 4,26 persen, dan jenjang sarjana 3,54 persen.

“Tentu ini menjadi pekerjaan besar untuk dibenahi,” papar Putu Aryadi.

Meskipun angka pengangguran berhasil diturunkan dalam setahun terakhir, dari 2,80 persen pada 2023 menjadi 2,73 persen di 2024, angka pengangguran masih tetap tinggi mengingat angkatan kerja baru terus bertambah, yaitu lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi.

Disnakertrans NTB mencatat angkatan kerja baru dari 2023 ke 2024 tercatat sebanyak 216 ribu orang lebih.

“Ini pengaruh dari bonus demografi kita, di mana usia produktif terus bertambah,” ujar Putu Aryadi.

 

Photo
Photo

Namun, tingginya jumlah angkatan kerja baru itu tidak sebanding dengan kesempatan kerja yang tersedia di daerah.

Berdasarkan data dalam aplikasi wajib lapor ketenagakerjaan online Disnakertrans NTB, jumlah lowongan kerja yang tersedia tercatat hanya seratusan loker di NTB.

Sementara, di luar daerah tersedia sekitar 2.800 lowongan pekerjaan di berbagai jabatan.

Di sisi lain, para pencari kerja bisa mengisi lowongan di luar negeri. Saat ini tersedia sedikitnya 1,3 juta lowongan kerja yang tersebar di banyak negara, seperti negara-negara Timur Tengah, Eropa, dan Asia Timur, termasuk Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan.

Lowongan ini tersedia di bidang perhotelan, pertambangan, hingga driver.

“Persoalannya, tenaga kerja kita mungkin punya skill di bidang tersebut, tapi mereka banyak gagal dalam bahasa. Nah, dalam skill center nanti ini akan diperkuat,” ungkap Putu Aryadi.

Disnakertrans berencana melakukan intervensi untuk memangkas jumlah pengangguran, salah satunya melalui link and match antara SMK dan dunia industri serta dunia usaha. Program ini juga berlaku untuk semua lembaga vokasi.

“SMK tidak boleh berjalan sendiri lagi. Link and match adalah program dari Pak Gubernur (Lalu Muhamad Iqbal, Red),” ujarnya.

 Baca Juga: GT World Challenge Asia 2025, Bos InJourney Cek Kesiapan Sirkuit Mandalika

Pelatihan keterampilan yang diberikan merujuk pada kebutuhan di lapangan, termasuk profesi yang sedang digandrungi dan naik daun.

Salah satunya adalah barista.

Saat ini, banyak peluang usaha dan pekerjaan di bidang barista, seperti di restoran hotel, kafe, hingga coffee shop.

Selain link and match, dengan intervensi tersebut, diharapkan angka pengangguran di NTB bisa terus berkurang.

Program berlapis juga disiapkan melalui penyediaan lapangan kerja, termasuk event bursa kerja atau job fair yang mengundang sejumlah perusahaan.

Selain Disnakertrans, program pengentasan pengangguran juga dilakukan lintas OPD, seperti Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Pariwisata.

“Kami optimistis tahun ini angka TPT bisa turun lagi,” tandas I Gede Putu Aryadi. (mar/r7)

Editor : Kimda Farida
#pengangguran #Optimis #Bonus Demografi #turun #lowongan #lapangan #NTB