Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Capital Jangan Jadi Beban APBD, Harus Fokus Kembangkan Bisnis

nur cahaya • Senin, 21 April 2025 | 09:32 WIB

 

Dr Firmansyah
Dr Firmansyah
 

LombokPost-Rencana pendirian NTB Capital sebagai BUMD baru Pemprov NTB mendapat respons berbagai kalangan. Banyak pihak yang berharap BUMD yang bergerak di bidang investasi ini dapat mendongkrak pendapatan daerah.

"Semangat Pak Gubernur (Lalu Muhamad Iqbal, Red) dalam mendirikan NTB Capital ini bagus, tapi lembaga ini harus fokus pada bisnis," kata Pengamat Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram (Unram) Dr Firmansyah, Sabtu (19/4).

Menurutnya, kunci sukses NTB Capital terletak pada sumber daya manusia (SDM). SDM tersebut harus profesional dengan portofolio kinerja yang baik, berpengalaman, dan memiliki rekam jejak di bidang investasi dan keuangan. "Ini sangat penting untuk memastikan perusahaan berjalan dengan baik," ujarnya.

Gubernur, lanjutnya, harus menyiapkan SDM yang profesional dan ahli di bidang investasi, sehingga dalam rekrutmen harus menghindari kepentingan politik. Apalagi jika hanya menempatkan mantan tim sukses selama Pilkada. "Kalau ini yang terjadi, bisa bahaya. Dari namanya saja NTB Capital, SDM-nya harus paham pasar modal, metode investasi, dan risiko bisnis," tegas Dr. Firmansyah.

Dia menjelaskan bahwa penggunaan APBD sebagai dana awal adalah hal yang wajar, namun tidak bisa terus menerus karena akan membebani APBD. Di tahun-tahun berikutnya, NTB Capital harus mandiri dan memutar keuntungan investasi untuk kelancaran bisnis.

"Sangat bagus jika di tahun pertama bisa menghasilkan dividen bagi daerah. Jadi, pengurus atau direksi harus kreatif mencari peluang investasi yang menguntungkan perusahaan," paparnya.

Seperti diketahui, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mencetuskan berdirinya NTB Capital. BUMD ini bergerak di bidang investasi dan akan berinvestasi ke perusahaan lain yang sudah berpengalaman, sehingga Pemprov tidak perlu mendirikan perusahaan sendiri yang belum tentu menguntungkan.

Photo
Photo

Integrasi BPR NTB ke Bank NTB Syariah

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan akan mengintegrasikan BPR NTB ke Bank NTB Syariah. Namun sebelum integrasi dilakukan, Iqbal akan mengubah status BPR NTB menjadi BPR Syariah agar BPR bisa menjadi anak perusahaan Bank NTB Syariah.

"Saya berharap BPR NTB segera menyelesaikan prosesnya menjadi BPR Syariah," kata Iqbal dalam acara gala dinner memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PT BPR NTB ke-3 di Hotel Merumatta Senggigi, Sabtu malam (19/4).

Ia menambahkan, perubahan BPR NTB menjadi BPR Syariah akan mempermudah integrasi vertikal dengan Bank NTB Syariah. Ke depan, NTB akan memiliki satu holding company untuk semua perusahaan yang bergerak di sektor keuangan. BPR NTB sebagai anak perusahaan Bank NTB Syariah diharapkan dapat mempermudah permodalan bagi masyarakat daerah. "Saya mendukung apapun yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses ini ke arah syariah," tegasnya.

Iqbal menyarankan agar BPR NTB memperluas jangkauan pelayanan, termasuk sektor perkebunan dan pertanian. Banyak masyarakat yang beraktivitas di ladang dan sawah namun belum mendapatkan akses modal dari BPR NTB. "Saya sarankan agar BPR NTB mulai turun ke masyarakat yang bekerja di ladang maupun sawah. Mereka juga butuh permodalan untuk bibit tanam dan pupuk," tandasnya. (mar/r7)

Editor : Jelo Sangaji
#investasi #BUMD #bpr #Bank NTB Syariah #profesional #NTB #sdm