Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BMKG Mataram Luruskan Informasi Potensi Gempa M 8.5 di NTB

Nurul Hidayati • Kamis, 1 Mei 2025 | 15:18 WIB
TERDAMPAK GEMPA 2018: Inilah salah satu bangunan terdampak gempa menjadi saksi bisu dasyatnya Gempa 2018 silam yang masih ada di Kecamatan Pemenang, beberapa waktu lalu.
TERDAMPAK GEMPA 2018: Inilah salah satu bangunan terdampak gempa menjadi saksi bisu dasyatnya Gempa 2018 silam yang masih ada di Kecamatan Pemenang, beberapa waktu lalu.

LombokPost - BMKG angkat bicara terkait beredarnya potongan video dan informasi yang meresahkan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) di media sosial mengenai potensi gempa bumi berkekuatan magnitudo 8.5 di NTB. Hal ini dipaparkan Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan.

Dalam keterangannya, Sumawan menegaskan informasi tersebut harus disikapi dengan bijak dan meminta masyarakat untuk tidak panik serta selalu merujuk pada informasi resmi dari BMKG.

"Kami telah memantau informasi yang beredar luas di media sosial terkait potensi gempa bumi M 8.5 di NTB. Untuk itu, kami perlu meluruskan dan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat," ujar Sumawan dalam pernyataan resminya, Kamis (1/5).

Sumawan menjelaskan beberapa poin penting terkait potensi gempa bumi dan tsunami di wilayah NTB:

  1. Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami: Sebagai wilayah pertemuan tiga lempeng utama dunia, hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk NTB, memiliki kerawanan terhadap kejadian gempa bumi dan tsunami.
  2. Sumber Gempa Aktif di NTB: Berdasarkan data Pusat Studi Gempabumi Nasional (PusGen) tahun 2017, NTB memiliki sumber gempa aktif berupa Sesar Naik Busur Belakang Flores di utara dan Zona Subduksi di selatan, yang merupakan pertemuan lempeng tektonik. Selain itu, terdapat juga sesar aktif di darat maupun di laut.
  3. Potensi Gempa dan Tsunami di Zona Subduksi Selatan NTB: Zona Subduksi di selatan NTB memiliki potensi gempa bumi dengan kekuatan signifikan yang dapat memicu terjadinya tsunami.
  4. Sejarah Tsunami di NTB: NTB pernah mencatat sejarah kelam akibat tsunami yang terjadi pada 19 Agustus 1977 dengan magnitudo 8.3, yang menyebabkan gelombang tsunami menerjang Teluk Awang dan Lunyuk.
  5. Belum Ada Teknologi Prediksi Gempa: Sumawan menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan terjadinya gempa bumi secara akurat, meliputi hari, tanggal, dan jam. "Oleh karena itu, apabila Bapak/Ibu menerima informasi akan terjadi gempa pada hari tertentu, tanggal tertentu, dan jam tertentu, dapat dipastikan informasi tersebut adalah tidak benar atau hoaks," tegasnya.
Photo
Photo

Menyikapi informasi tersebut, Kepala Stasiun Geofisika Mataram mengimbau masyarakat untuk melakukan beberapa hal penting:

  1. Tingkatkan Literasi Bencana: Masyarakat diharapkan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai potensi bencana yang ada di wilayah tempat tinggal masing-masing.
  2. Verifikasi Informasi dari Sumber Resmi: Masyarakat diminta untuk selalu memastikan informasi terkait gempa bumi dan peringatan dini tsunami hanya berasal dari instansi resmi yang berwenang, yaitu BMKG. Informasi resmi BMKG dapat diakses melalui kanal-kanal berikut:

Bagi masyarakat di Provinsi NTB, BMKG Stasiun Geofisika Mataram juga menyediakan informasi melalui media sosial mereka:

"Kami dari BMKG Stasiun Geofisika Mataram siap melayani informasi gempa bumi dan diseminasi informasi peringatan dini tsunami di wilayah NTB dan sekitarnya secara terus menerus selama 24 jam, 7 hari seminggu," pungkas Sumawan.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat NTB dapat lebih tenang dan tidak mudah termakan isu yang dapat menimbulkan kepanikan. Selalu utamakan informasi dari sumber yang terpercaya untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai potensi bencana. (nur)

Editor : Siti Aeny Maryam
#Gempa Lombok #Tsunami #sejarah #bmkg #Gempa #NTB