LombokPost - Pemprov NTB melakukan langkah cemerlang dengan menyulap sampah menjadi energi terbarukan.
Langkah ini dilakukan Pemprov NTB usai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok mengalami overload atau kelebihan kapasitas.
Pemanfaat sampah menjadi energi terbarukan dapat menjadi langkah solutif untuk menanganan sampah di TPA Kebon Kengok.
Hal tersebut dinilai menjadi jalan satu satunya untuk menangani masalah sampah di TPA Kebon Kengok.
Saat ini TPA Kebon Kengok sudah tidak dapat lagi menampung sampah yang berasal dari Kota Mataram serta Kabupaten Lombok Barat.
Setiap harinya sekitar 300 ton sampah dibuang ke TPA Kebon Kengok yang berasal dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.
Untuk itu, perlu adanya langkah strategis agar permasalah TPA Kebon Kengok dapat teratasi.
Pemprov NTB menilai pemanfaat sampah menjadi energi terbarukan dapat memangkas tumpukan sampah di TPA Kebon Kengok.
Agar pemanfaatan energi terbarukan dapat segera dijalankan, Pemprov NTB langsung menggelar pemilihan mitra.
Mitra tersebut dipilih guna menjalankan kerja sama untuk pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah ini.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan proses pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah ini dapat memakan waktu selama 1 hingga 2 tahun.
Baca Juga: Apa Kabar Unit Pengolah Sampah Sekolahmdi Mataram?
Pemprov NTB sendiri sudah menyiapkan anggaran guna pembebasan lahan di sekitar TPA Kebon Kengok.
Nantinya lahan seluas 2 hektare tersebut akan dijadikan lokasi pembangkit listrik berbasis sampah ini.
Pemanfaatan sampah menjadi energi terbarukan juga menjadi prioritas jangka pendek Pemprov NTB.***
Editor : Fratama P.