Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Cuma PPS, Ini Daerah Lain di NTB yang Berpotensi Mekar Jika Moratorium DOB Dibuka

Umar Wirahadi • Jumat, 16 Mei 2025 | 10:59 WIB
Peta NTB
Peta NTB

LombokPost – Pembukaan kran moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) sedang gencar disuarakan oleh Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S).

Jika desakan ke pemerintah pusat itu berhasil, bukan hanya Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) yang akan berdiri.

Beberapa daerah lain juga berpotensi berkembang di kabupaten/kota induk. 

 1. Kabupaten Lombok Selatan

 Ya, Kabupaten Lombok Selatan (KLS) menjadi daerah terdepan yang sangat berpotensi menjadi daerah otonom baru di Pulau Lombok.

Pembentukan KLS sudah pernah dibahas di DPR RI tahun 2014. Namun pembahasan terhenti karena kebijakan moratorium DOB sampai saat ini. 

Baca Juga: Ekonomi Biru NTB Dilirik Pemerintah Pusat karena Alasan IniBaca Juga: Ekonomi Biru NTB Dilirik Pemerintah Pusat karena Alasan Ini

Nah, jika moratorium dicabut, DOB Kabupaten Lombok Selatan berpotensi segera terbentuk. Kabupaten ini diproyeksikan akan mencakup delapan kecamatan. Meliputi Kecamatan Terara, 

Sikur, Montong Gading, Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak, dan Jerowaru. 

Luas wilayah Kabupaten Lombok Selatan diusulkan sekitar 423,04 km².

Ini mencakup sekitar 33,7 persen dari total wilayah Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Adapun calon ibu kota adalah Kecamatan Terara. Ini dipilih karena letaknya yang strategis dan aksesibilitas yang baik. 

Baca Juga: Viral! Influencer Indonesia Ini Mirip Pemeran Drama Weak Hero Class 2, Sampai Diliput Majalah Online Korea Selatan

Selain jumlah kecamatan yang cukup banyak, KLS juga memiliki keunggulan geografis dengan garis pantai yang panjang di tiga kecamatan. Yaitu Sakra Timur, Keruak, dan Jerowaru.

Wilayah pesisir ini memiliki potensi besar untuk sektor pariwisata, perikanan, dan kemaritiman, dengan 34 gili yang tersebar di Kecamatan Keruak dan Jerowaru.

Pulau-pulau kecil itu dapat menjadi destinasi wisata yang menarik dan mendukung perkembangan sektor perikanan dan pelayaran. 

 2. Kota Selong 

Masih di Kabupaten Lotim, Kota Selong berpotensi menjadi kota administrasi yang otonom.

Di tengah semangat desentralisasi dan peningkatan pelayanan publik, aspirasi ini terus menguat dan masih diwacanakan hingga kini. 

Hal ini karena Kota Selong memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kota yang mandiri dan menjadi pusat pemerintahan baru di wilayah timur Pulau Lombok.

Selama ini, Kota Selong sebagai ibu kota Kabupaten Lombok Timur merupakan titik penting dalam pergerakan masyarakat dan perekonomian lokal.

Baca Juga: Dispar Lobar Beri Pelatihan kepada Pedagang Kebon Ayu

Selain menjadi pusat pemerintahan kabupaten, Kota Selong juga menjadi titik temu wilayah-wilayah strategis di Pulau Lombok.

Seperti jalur transportasi, perdagangan dan bisnis. Nah, dengan menjadi kota otonom yang mandiri Kota Selong diprediksi akan semakin maju. 

 3. Kota Samawa Rea

 Kota Samawa Rea sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Sumbawa yang diusulkan menjadi kota baru oleh masyarakat Pulau Sumbawa.

Kota ini juga disebut-sebut menjadi cikal bakal calon ibu kota Provinsi Pulau Sumbawa ke depan. 

Meski masih beredar, sudah ada nama-nama kecamatan yang diprediksi akan cocok dengan Kota Samawa Rea. 

Meliputi Kecamatan Moyo Utara, Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas, Moyo Hilir dan terakhir Kecamatan Unter Iwes.

Kelima kecamatan itu sudah bersiap untuk bergabung dengan calon kota baru Kota Samawa Rea. (mar) 

 

Editor : Kimda Farida
#Provinsi Pulau Sumbawa #Pemprov NTB #Pemekaran Daerah