LombokPost – Proyek pembangunan jalan tol Lombok port to port yang akan menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur kian menunjukkan titik terang.
Rencananya, pembangunan jalan sepanjang 80 kilometer ini akan menggunakan skema pembiayaan ganda, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembebasan lahan, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan fisik jalan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB saat ini sedang menyusun studi kelayakan (feasibility study) untuk proyek strategis ini.
Dalam studi kelayakan tersebut, ada tiga alternatif jalur yang tengah dipertimbangkan.
Jalur Pertama mengikuti Rencana Umum Jaringan Jalan (Renjun) nasional atau jalur lama Mataram-Kayangan.
Jika jalur ini disetujui, maka akan ada pelebaran jalan di beberapa titik.
Jalur lama ini saat ini sangat padat dan sering mengalami kemacetan di Narmada-Mantang, Mantang-Masbagik, serta Masbagik-Aikmel.
Dua alternatif lain melintasi wilayah Mandalika, Lombok Tengah.
Kedua jalur ini akan memanfaatkan sebagian ruas by pass yang sudah ada, dan sisanya akan dibangun sebagai jalur baru.
PUPR NTB dalam keterangannya jalan baru ini dirancang untuk mengurangi kemacetan parah yang kerap terjadi di jalur lama.
Jalan tol ini rencananya akan memiliki dua lajur dengan lebar 60 meter, sesuai standar jalan tol nasional.
Anggaran ganda untuk kelancaran proyek direncanakan.
Pembebasan lahan untuk ketiga alternatif jalur ini akan bersumber dari APBD, baik provinsi maupun kabupaten yang dilintasi Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.
Sementara itu, anggaran untuk pembangunan fisik jalan akan menggunakan dana APBN, mengingat statusnya sebagai jalan nasional.
Pemprov NTB optimis jalan tol Lombok port to port Lembar-Kayangan dapat segera terealisasi.
Infrastruktur ini sangat vital untuk mendukung kelancaran mobilitas orang dan distribusi logistik di NTB.
Saat ini, perjalanan antara Kayangan dan Lembar memakan waktu sekitar 3,5 hingga 4 jam.
Dengan adanya jalan tol Lombok port to port ini, waktu tempuh diproyeksikan hanya sekitar 1 jam.
Ini akan menjadi jalur strategis yang menghubungkan dua pelabuhan utama di NTB.
Pemprov NTB berharap pembangunan jalan ini juga dapat membuka kawasan ekonomi baru di sepanjang jalur yang dilalui, sehingga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. (nur)
Editor : Siti Aeny Maryam