Tujuan dibentuknya SPPG yaitu untuk meningkatkan status gizi anak-anak, mencegah kekurangan gizi, meningkatkan kualitas hidup serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
SPPG merupakan pihak yang menjadi dapur umum tempat produksi makanan bergizi yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di NTB sendiri, pemerintah pusat menargetkan pembangunan SPPG sebanyak 400 unit.
Dalam rangka mempercepat pembangunan SPPG di NTB, sekaligus agenda kunjungan kerja, Rabu (28/5) hari ini, Anggota Komisi IX DPR RI H. Muazzim Akbar menggelar pertemuan dengan Sekda NTB.
Usai bertemu Sekda NTB, Muazzim Akbar mengungkapkan jika pembangun SPPG di NTB baru mencapai 25 persen dari target, atau sebanyak 54 dapur umum.
"Kami berharap pada tahun 2025 ini target 400 pembangunan SPPG telah terpenuhi," ucap Muazzim Akbar kepada wartawan.
Ditambahkan Muazzim Akbar, pemerintah menargetkan pembangunan SPPG di NTB sebanyak 400 unit. Setelah bertemu Sekda NTB, disampaikan jika progres pembangunan SPPG baru mencapai 25 persen dari target.
Itu sebabnya, demi mencapai target akhir tahun 2025 ini, perlu ada percepatan pembangunan SPPG.
"Harus ada sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi lainnya salah satunya adalah Balai POM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan)," ungkap Muazzim.
Lebih lanjut Muazzim meminta kepada Balai POM untuk tidak berpangku tangan.
"Balai POM harus ikut turun ke lapangan jangan menunggu," pinta Korwil Bali-Nusra DPP PAN ini.
Artinya, Balai POM turun secara langsung untuk melihat makanan yang akan disajikan kepada siswa agar tidak terjadi persoalan seperti keracunan makanan ataupun adanya makanan yang tidak layak konsumsi.
"Jangan sampai ada peristiwa siswa keracunan atau ada buah yang berulat atau tidak layak konsumsi, BP POM jangan diam dan menunggu jangan berpangku tangan," tegas Muazzim Akbar.
Selanjutnya mantan Anggota DPRD NTB ini berjanji akan terus mengawal pembangunan dan pelaksanaan SPPG di NTB. Supaya target pembangunan 400 SPPG tercapai serta pelaksanaannya sesuai aturan dan tetap sasaran.
Editor : Siti Aeny Maryam