LombokPost - Di tengah keterbatasan anggaran, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB tetap bergerak mempromosikan pariwisata. Kali ini sasarannya tiga kota besar di Indonesia.
Ketua BPPD NTB Sahlan M Saleh memimpin langsung sales mission ke Surabaya, Malang, dan Solo. “Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTB, di tengah efisiensi anggaran yang dijalankan oleh BPPD,” tegasnya.
Kolaborasi antara BPPD NTB dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Astindo) NTB dinilai efektif dalam menjalankan promosi pariwisata secara efisien dan tepat sasaran. Sales mission dinilai penting karena wisatawan asal Pulau Jawa membutuhkan informasi terbaru tentang destinasi wisata di NTB.
Di Surabaya, kegiatan ini berhasil menarik 80 buyers dengan potensi transaksi mencapai Rp 2 miliar. “Kami optimisme atas hasil ini dan berharap sales mission di Malang dan Solo akan memberikan hasil yang sama memuaskan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan strategi yang tepat dalam mempromosikan potensi pariwisata NTB. Dalam kegiatan ini, BPPD mempromosikan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keragaman destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
Ditegaskannya, kegiatan ini juga menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi industri pariwisata, termasuk menjaga hubungan kerja sama yang sudah terjalin.
“Kami akan terus meningkatkan kunjungan wisatawan meskipun dengan keterbatasan anggaran. Keberhasilan ini kami harapkan, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan Visi Tegas RPJMD 2025–2029 menjadikan NTB destinasi pariwisata berkelas dunia dan lumbung pangan nasional. Pariwisata bukan lagi pelengkap, melainkan lokomotif utama transformasi ekonomi.
Membangun dari Laut, Udara, dan Darat yang fokus pada peningkatan konektivitas udara (penambahan jalur internasional) dan laut (pelayaran wisata bahari), serta pembangunan dan pelebaran jalan antar destinasi untuk pemerataan ekonomi.
Event Bulanan dan Daya Saing Global, menargetkan minimal satu event nasional/internasional setiap bulan untuk menciptakan magnet kunjungan dan promosi budaya serta produk lokal, meniru sukses Thailand dan Korea Selatan.
Pariwisata sebagai Katalis Diversifikasi Ekonomi yang menggeser ketergantungan pada pertambangan dengan penguatan sektor pengolahan, pariwisata, dan pangan.
Editor : Jelo Sangaji