Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Anggaran Terbatas, Dinas PUPR NTB Hanya Bisa Tambal Sulam Jalan Provinsi Rusak

Umar Wirahadi • Rabu, 11 Juni 2025 | 13:09 WIB
RUSAK BERAT: Warga gotong royong memperbaiki ruas jalan provinsi yang rusak berat di Jalan Raya Praya-Mujur, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, 16 Mei lalu.
RUSAK BERAT: Warga gotong royong memperbaiki ruas jalan provinsi yang rusak berat di Jalan Raya Praya-Mujur, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, 16 Mei lalu.

LombokPost – Dinas PUPR NTB melakukan tambal sulam pada sejumlah ruas jalan provinsi yang rusak.

Kondisi ini disebabkan terbatasnya anggaran perbaikan jalan pada tahun ini. 

"Akan dilakukan pemeliharaan rutin. Karena anggaran kita kan terbatas. Harus dibagi-bagi ke tempat lain yang juga membutuhkan perbaikan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB Sadimin, Selasa (10/6). 

Kebijakan tambal sulam tersebut membuat beberapa titik jalan provinsi tak bisa ditangani maksimal.

Salah satunya di ruas Praya, Lombok Tengah hingga ke Keruak, Lombok Timur.

Sadimin mengatakan tahun anggaran 2025 hanya ada tiga lokasi peningkatan jalan dengan anggaran cukup besar.

Di antaranya ruas Jalan Dasan Geres-Pohgading, Lombok Timur. Di sana dianggarkan sekitar Rp 28 miliar.

Jalan akan ditingkatkan sepanjang 5-6 kilometer dengan drainase. "Perbaikan Dasan Geres-Pohgading ini cukup mendesak karena rusak berat," ujar Sadimin. 

Peningkatan jalan lainnya dilakukan di Simpang Tano-Senteluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Di sana dianggarkan Rp 39 miliar untuk 6-7 kilometer. Jalan akan diperbaiki dua sisi.

Berikutnya peningkatan jalan dilakukan di wilayah Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Di sana dianggarkan Rp 19 miliar. 

Wilayah itu termasuk yang terdampak banjir pada 2024 lalu. Dinas PUPR NTB sudah pernah melakukan perbaikan darurat.

Tapi, karena kendala anggaran dan waktu pelaksanaan yang mepet saat itu, perbaikan infrastruktur itu menjadi tidak maksimal. 

"Jalan provinsi Lunyuk-Sekongkang ini hampir mau putus. Sehingga diprioritaskan dulu yang mendesak karena anggaran kita terbatas," jelas Sadimin. 

Di luar tiga ruas tersebut, Dinas PUPR NTB hanya akan melakukan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan.

Mulai ruas Praya-Keruak, Sembalun, Sambelia hingga beberapa jalan provinsi lainnya di Lombok dan Pulau Sumbawa. 

"Total anggaran untuk konstruksi tahun ini sekitar Rp 100 miliar. Ini kita bagi-bagi semua lokasi yang membutuhkan perbaikan," papar Sadimin. 

Pantauan Lombok Post, salah satu ruas jalan provinsi yang rusak berat terletak di Jalan Raya Praya-Mujur di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah.

Permukaan jalan berlubang dan bergelombang. Kondisi itu kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Mirisnya, tidak sedikit korban yang meninggal dunia.  

JALAN RUSAK: Warga gotong royong memperbaiki jalan provinsi rusak di ruas Jalan Raya Praya-Mujur, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, 16 Mei lalu.
JALAN RUSAK: Warga gotong royong memperbaiki jalan provinsi rusak di ruas Jalan Raya Praya-Mujur, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, 16 Mei lalu.

Pada 16 Mei lalu, belasan warga setempat berinisiatif gotong royong memperbaiki jalan itu.

Mereka membawa peralatan seadanya dari rumah masing-masing. Seperti linggis, cangkul dan sekop.

Bidang permukaan jalan yang rusak dan bergelombang digali. Bekas galian lalu diratakan dengan kayu dan batu. 

"Di sini sering kecelakaan tunggal. Pengendara jatuh karena menabrak jalan bergelombang," kata Hardi, salah seorang warga yang ikut gotong royong. 

Kecelakaan paling sering terjadi pada malam hari. Sebab pengendara tidak bisa melihat dengan jelas permukaan jalan yang rusak.

Apalagi di lokasi itu minim lampu penerang. Sehingga jalan menjadi gelap. 

Diketahui, Jalan Raya Praya-Mujur berstatus jalan provinsi. Terakhir kali jalan diperbaiki sekitar pertengahan Maret lalu.

Photo
Photo

Namun perbaikan tidak dilakukan secara total. Pekerja hanya menutup bagian yang rusak dengan hot mix.

Setelah dilintasi truk bertonase tinggi jalan kembali hancur.

 

Editor : Rury Anjas Andita
#peningkatan jalan #Jalan Provinsi #Dinas PUPR NTB #tambal sulam jalan #jalan rusak