LombokPost - Lombok Tengah saat ini menghadapi berbagai permasalahan lingkungan.
Lombok Tengah memang sudah menjadi langganan banjir di berbagai wilayah setiap musim hujan.
Kali ini, LombokTengah kembali diminta untuk waspada terhadap potensi banjir yang bisa melanda kapan saja.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menyatakan hal yang sama.
Apalagi saat ini memang sedang mengalami musim kemarau basah yang berpotensi banjir di Lombok Tengah.
Potensi banjir di Lombok Tengah karena musim kemarau basah dan intensitas hujan yang tinggi diprediksi akan berlangsung hingga Agustus 2025.
"Ini masih musim kemarau basah yang berlangsung hingga Agustus 2025 berdasarkan informasi dari BMKG," kata Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Maruf di Lombok Tengah, Senin.
Ridwan menjelaskan jika Kota Praya sempat terjadi banjir lantaran cuaca yang tidak menentu.
Karena curah hujan yang tinggi, Kota Praya pun sempat terdampak banjir meski tidak mengakibatkan kerusakan.
Ridwan juga mengatakan jika warga yang terdampak banjir hanya tergenang dan tidak membutuhkan perhatian khusus.
"Kondisi rumah warga hanya tergenang banjir, atau tidak ada yang harus mendapatkan perhatian serius," katanya.
Meski begitu, Ridwan tetap meminta agar masyarakat Lombok Tengah selalu waspada terhadap kemungkinan cuaca yang kurang bersahabat.
Apalagi saat ini masih sering terjadi hujan yang tiba-tiba meski sudah memasuki musim kemarau.
"Banjir yang terjadi ini akibat curah hujan lebat dan kondisi sungai atau saluran irigasi yang dipenuhi sampah,"
"Hal itu yang menyebabkan air meluap dan masuk ke halaman rumah warga yang ada di sepanjang bantaran sungai atau saluran irigasi lainnya," katanya.
Selain itu, Ridwan meminta agar masyarakat Lombok Tengah bisa lebih peduli pada lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Apalagi perkara sampah di Lombok Tengah seringkali menjadi penyebab utama terjadinya banjir di beberapa wilayah.
"Jangan buang sampah ke sungai dan hal ini butuh kesadaran masyarakat," katanya.
Ia mengatakan jumlah warga Lombok Tengah yang terdampak banjir pada pekan lalu itu mencapai ratusan kepala keluarga.
Diantaranya di Kecamatan Praya sebanyak 80 kepala keluarga (KK) dan di Kecamatan Jonggat hampir 60 KK.
"Banjir yang lama terjadi di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, sehingga kami menyalurkan logistik makanan bersama BPBD NTB,"
"Jangan buang sampah ke sungai, terutama sampah plastik, karena sulit terurai," pangkasnya.
Ridwan mengatakan saat ini pemerintah Lombok Tengah sedang berbenah untuk menanggulangi permasalahan banjir ini.***
Editor : Fratama P.